Klaim tersebut dikuatkan oleh berbagai cerita serupa yang pernah beredar selama bertahun-tahun sebelumnya. Para peneliti akhirnya mencoba memastikan kebenarannya melalui percobaan ilmiah.Tim yang terdiri dari David Wartinger dan Marc Mitchell ini membuat model ginjal 3D yang diisi dengan urin asli dan tiga batu ginjal dengan ukuran berbeda: kecil (4,5 mm kubik), sedang (13,5 mm kubik) dan besar (64,6 mm kubik).Mereka juga menempatkan ketiga batu ginjal tersebut di bagian-bagian berbeda pada ginjal buatan. Model ginjal tersebut kemudian diletakkan di roller coaster yang dioperasikan hingga 20 kali.

Satu hal yang menjadi perhatian para peneliti dalam studi ini, ternyata pengaturan tempat duduk mempengaruhi kecepatan luruh batu ginjal.

Ginjal yang diletakkan di tempat duduk paling belakang roller coaster mengalami proses peluruhan batu ginjal lebih cepat dibandingkan jika diletakkan di bagian depan, tanpa mempedulikan ukuran dan letaknya dalam ginjal.

Baca Juga :   Tips Mendapatkan Anak Kembar

“Duduk di tempat duduk belakang mempercepat peluruhan karena bagian belakang roller coasters bergerak lebih cepat di turunan dan belokan. Kami menduga, getaran dan guncangan membuat batu ginjal bergerak dengan mudah dari tempatnya menuju saluran kemih,” tulis peneliti dalam laporan mereka.

Peneliti mengingatkan bahwa pengaruh roller coaster mungkin akan berbeda pada tiap-tiap orang. Perbedaan ini muncul karena struktur bagian dalam ginjal tiap orang berbeda-beda.

“Jadi, ada roller coaster yang lebih bermanfaat hanya pada sebagian orang, sementara tidak pada lainnya,” kata Wartinger.

Wartinger menambahkan bahwa penelitian ini akhirnya meluruskan klaim yang menyatakan bahwa naik roller coaster bisa meluruhkan batu ginjal.

“Pada dasarnya, semua aktivitas yang melibatkan gerakan dengan guncangan dan getaran dapat mendorong batu ginjal dari tempatnya di lekukan-lekukan ginjal,” pungkasnya.


(Lutfi Fauziah. Sumber: Lizette Borreli/Medical Daily)