RKH Abd Majid Menolak Rencana Bantuan Residen Pemerintah Belanda

screenshot236
Ilustrasi tentara belanda oleh congkop.xyz

DPP IKABA. Pendiri Pondok Pesantren Mambaul Bata-Bata Syaikhina RKH Abd Majid bin RKH Abd Hamid pernah menolak tawaran bantuan pemerintah Hindia Belanda, sebagaimana dipaparkan oleh KH.KHAZIN SANUSI dalam Kegiatan silaturrahmi Triwulan DPD IKABA Kab. Sumenep yang dilaksanakan di kec. Ganding, tepatnya di kediaman KH. A.MUFTI KHAZIN FAZA, M.HI. PP. Sumber Mas daerah al-Madinah, Rombiyah Barat kec. Ganding. pada hari Ahad, 6 Maret 2016, yang dihadiri oleh seluruh pengurus DPC IKABA se Kab. Sumenep dan para tokoh masyarakat kabupaten Sumenep.

Pertemuan yang digelar di kediaman KH. A.MUFTI KHAZIN FAZA ini sedikit berbeda dengan pertemuan-pertemuan Triwulan sebelumnya, karena pada acara tersebut dihadiri oleh KH. KHAZIN SANUSI, beliau adalah ulama sepuh yang masih merupakan santri dari alm. RKH Abd Majid bin RKH Abd Hamid, yang paling istimewa beliau berkenan menberikan kalimat tausiyah dan mengenang keberadaan pesantren Bata-Bata di masa kepemimpina Kyai Abd.Majid.

Kyai Abd Majid adalah seorang guru yang sangat gigih dan istiqomah dalam membimbing para santri dan terlihat sangat wara’ dalam kehidupan keseharian beliau. suatu ketika datang menemui beliau (RKH Abd Majid) seorang residen Belanda untuk memberikan bantuan berupa biaya renofasi bilik santri yang menurut residen itu bilik tersebut tidak layak huni karena begitu sangat sederhana dan tidak memenuhi kelayakan kesehatan, tapi oleh Kyai Abd Majid ditolak sambil berkata: “andaikan saya mau mengaspal jalan ini sampai sana (Barisan / pertigaan sebelah barat laut pondok) saya pasti mampu, namun tidak saya lakukan karena agar santri terbiasa hidup sederhana dan bilik pondok ini dibuat rendah agar mereka shalat berjamaah di mushalla”, itulah penggalan taushiyah yang disampaikan oleh KH. KHAZIN SANUSI, dan masih banyak kisah-kisah teladan dari RKH Abd Majid bin RKH Abd Hamid yang beliau kisahkan pada pertemuan itu yang mampu membuat para hadirin tidak tahan meneteskan air mata karena terharu.

Penulis : Ust. Said Samsuri, M.Pd.I (Sekr DPD IKABA Kab. Sumenep)