Pengobatan dengan Magnet Ditinjau Secara Medis dan Syariat

Ilustrasi gelang magnet kesehatan oleh congkop.xyz
Ilustrasi gelang magnet kesehatan oleh congkop.xyz

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullah

Dokter, saat ini banyak orang yang memakai gelang magnet untuk kesehatan (ada syarat gelang tidak boleh kena air –takut hilang daya magnetnya- keterangan penjual). Hal ini apakah dikenal di dalam dunia kesehatan dan bagaimana hukumnya dalam pandangan syariat islam? Jazakumullahu khairan katsiran

Wassalaamu’alaikum

Dari: Rizal

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh

Terima kasih Saudara Rizal atas pertanyaan yang diajukan.

Penggunaan magnet untuk kesehatan telah cukup lama diketahui, dan masih terus diteliti sampai saat ini. Prinsipnya, medan magnet baik statik maupun non statik, berinteraksi dengan arus ion dan kemagnetan tubuh manusia yang timbul akibat interaksi berbagai macam ion dan molekul dalam tubuh tersebut.

Cabang terapi alternatif menggunakan medan magnet dengan berbagai bentuk telah dikenal di dunia medis dan digunakan di banyak penjuru dunia, terutama untuk meringankan nyeri. Misalnya pada tahun 2003 diadakan penelitian efek medan magnet dalam sol sepatu untuk mengurangi gejala neuropati diabetikum, gangguan saraf akibat diabetes, dengan hasil pengurangan gejala yang cukup signifikan. Pengobatan dengan magnet, seperti yang Saudara kemukakan, dewasa ini dapat kita temukan dalam bentuk sejenis plester yang ditempelkan pada tubuh, perhiasan seperti gelang atau kalung, sol sepatu, maupun selimut atau matras. Meski demikian, para praktisi di bidang terapi ini masih terus mengadakan penelitian terutama mengenai dosis yang tepat untuk penanganan keluhan tertentu.

Jawaban dr. Hafidz N (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)

Tinjauan Secara Syariat
Kasus yang terjadi untuk pengobatan dengan gelang magnet termasuk bentuk mengambil sebab untuk mendapatkan manfaat tertentu, yaitu penyembuhan. Dengan hikmahnya, Allah menciptakan sesuatu memiliki hubungan sebab-akibat dengan yang lain. Misalnya, makanan bisa menjadi sebab bagi manusia untuk mendapatkan nutrisi bagi kehidupannya, minum obat tertentu untuk mengobati sakit tertentu, dst.

Kita bisa mengetahui adanya hubungan sebab-akibat dengan dua hal;

Pertama, berdasarkan dalil. Dalam istilah aqidah sering disebut sebab syar’i.
Contoh: Orang bisa mengusir jin yang masuk ke tubuh manusia dengan ruqyah (dibacakan Alquran atau doa). Meskipun secara ilmu medis ini tidak terbukti dan tidak memiliki keterkaitan, namun mengingat ada dalil yang menjelaskan hal ini, maka kita yakini bahwa ruqyah termasuk salah satu sebab untuk mengobati orang sakit atau orang yang kerasukan jin.

Kedua, berdasarkan penelitian ilmiah
Contoh: Paracetamol untuk mengobati sakit kepala. Meskipun tidak kita jumpai dalil, baik dari Alquran maupun hadis yang menjelaskan hal ini.

Syarat mutlak untuk menetapkan hubungan sebab-akibat berdasarkan penelitian ilmiah dan bukan sebatas klaim atas nama ilmiah. Beberapa kasus pengobatan alternatif yang menggunakan sihir di sekitar kita, mereka mengelabuhi pasiennya dengan meng-ilmiahkan yang tidak ilmiah. Yang menyedihkan, banyak orang mempercayainya padahal sejatinya itu sihir atau menggunakan jin.

Untuk kasus pengobatan dengan magnet, kita telah mendapatkan penjelasan bahwa itu telah terbukti berdasarkan penelitian ilmiah dalam ilmu kedokteran. karena itu, insya Allah tidak masalah menggunakan gelang magnet dengan tujuan pengobatan atau yang lainnya.

Yang penting untuk diingat dalam menggunakan sebab adalah meyakini bahwa yang menentukan segala sesuatunya adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga hati bersandar kepada Allah Ta’ala dan bukan pada sebab, dan meyakini bahwasanya sebab itu sendiri bagaimanapun bagus dan hebatnyam tidak memiliki pengaruh apapun terhadap kesembuhan tanpa izin Allah Ta’ala.

Allahu Ta’ala a’lam.

Semoga bermanfaat

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Sumber : www.KonsultasiSyariah.com