6 Jawaban Dari Pertanyaan Ini Dapat Memperkuat Tauhidmu

khilafah-2

1. Jika dikatakan kepadamu: Siapa yang menciptakanmu? Maka kamu katakan: Yang menciptakanku adalah Allah, dan Dia yang telah menciptakan semua makhluk-makhluk, dan dalilnya adalah perkataan Allah Ta’ala:
﴿اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ﴾ [الزمر/62].
“Allah yang menciptakan segala sesuatu”. (Az-Zumar: 62) .

2. Jika dikatakan kepadamu: Siapa Robbmu? Maka kamu katakan: Allah Robbku dan Robb segala sesuatu, dan dalilnya adalah perkataan Allah Ta’ala:
﴿قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ﴾ [الأنعام/164].
“Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Robb selain Allah, padahal Dia adalah Robb segala sesuatu?”. (Al-An’am: 164). Dan perkataan-Nya Ta’ala:
﴿الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾ [الفاتحة/2].
“Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam”. (Al-Fatihah: 2) .

3. Jika dikatakan kepadamu: Untuk apa Allah menciptakanmu? Maka kamu katakan: Allah menciptakan kami untuk beribadah kepada-Nya, dan dalilnya adalah perkataan Allah Ta’ala:
﴿وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ﴾ [الذاريات/56].
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (Adz-Dzaariyaat: 56).

4. Jika dikatakan kepadamu: Apa agamamu? Maka kamu katakan: Agamaku adalah Islam yang haq (benar), dan dalilnya adalah perkataan Allah Ta’ala:
﴿إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ﴾ [آل عمران/19].
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam”. (Ali Imron:19). Dan perkataan-Nya Ta’ala:
﴿هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَق﴾ [التوبة/33].
“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar”. (At-Taubah: 33).
﴿وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ﴾ [آل عمران/85].
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (Ali Imron: 85) .

5. Jika dikatakan kepadamu: Siapa Nabimu? Maka kamu katakan: Nabiku dan nabi semua umat ini, dia adalah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan dalilnya adalah perkataan Allah Ta’ala:
﴿مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّين﴾ [الأحزاب/40].
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi”. (Al-Ahzab: 40). Dan perkataan-Nya Ta’ala:
﴿هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِين﴾ [الجمعة/2].
“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As Sunnah). Dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (Al-Jum’ah: 2). Dan perkataan-Nya Ta’ala:
﴿ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُون﴾ [الأعراف/158].
“Maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kalian mendapat petunjuk”. (Al-A’raf: 158). (Lihat pertanyaan no. 8).

6. Jika dikatakan kepadamu: Apa permulaan yang wajib diketahui oleh seorang hamba? Maka kamu katakan: Mempelajari tauhid (mengesakan) Allah ‘Azza wa Jalla, dan dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata: Tatkala Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman, maka Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadanya:
«إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى».
“Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahlil kitab, maka hendaklah engkau memulai mendakwahi mereka agar mentauhidkan Allah Ta’ala”. (Muttafaqun ‘Alaih dan ini adalah lafazh Al-Imam Al-Bukhariy ).