Kalam Dan Syarat-Syaratnya

2

بسم الله الرحمن الرحيم                     

بَابُ ٱلْكَلاَمِ

{ BAB KALAM }

 

اَلْكَلاَمُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ Artinya: Kalam ialah lafadh, murakkab, mufid, serta wadha’.

 

Keterangan:

  1. Lafadz ialah suara yang terdiri dari salah satu huruf hijaiyah yang 28.
  2. Murakkab ialah lafadh yang tersusun dari dua kalimat atau lebih.
  3. Mufid ialah lafadh yang dapat dipahami sehingga orang yang mendengarkan tidak bertanya lagi, dan orang yang mengucapkan tidak harus mengulang lagi.
  4. Wadha’ ada dua pemahaman:
  5. Ada yang mengatakan,bahwa wadha’ adalah al-Qasdu (bermaksud), dalam artian orang yang mengatakan harus bermaksud pada pekataannya tersebut.
  6. Ada juga yang berpendapat bahwa ia adalah al-‘Arabi (berbahasa Arab), dalam artian suatu kalimat baru akan dikatakan kalam jika ia berbahasa Arab.

 

{ BAB KALIMAT}

 

وَأَقْسَامُهُ: ثَلاَثَةٌ اسْمٌ، وَفِعْلٌ، وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى. Artinya: kalimat ada tiga: (1) kalimat isim, (2) kalimat fi’il (3) kalimat huruf.

 

Keterangan:

Kalimat ada tiga:

  1. Kalimat isim ialah suatu kalimat yang mempunyai arti sendiri dan tidak bersamaan dengan salah satu zaman yang tiga (madhi (lampau), hal’ (sedang), dan istiqbal (akan)).
Contoh: زَيْدٌ : Zaid
  1. Kalimat fi’il ialahkalimat yang mempunyai arti sendiri dan bersamaan dengan salah satu zaman yang tiga.
Contah :
Bersamaan dengan zaman madhi: قَامَ : Dia sudah bediri
Bersamaan dengan zaman hal (sedang): يَقُوْمُ : Dia sedang berdiri
Bersamaan dengan zaman istiqbal (akan datang): يَقُوْمُ : Dia akan berdiri
Amar (perintah) قُمْ : Berdirilah
  1. Kalimat huruf ialah kalimat yang mempunyai arti apabila digabung dengan kalimat lain.
Contah : هَلْ : Apakah?

بَابُ عَلاَمَاتِ ٱلْكَلَمْاتِ

{ BAB TANDA-TANDA KALIMAT } 

فَٱلاسْمُ يُعْرَفُ بِٱلْخَفْضِ، وَٱلتَّنْوِيْنِ، وَدُخُوْلِ ٱلْأَلِفِ وَٱللاَّمِ، وَحُرُوْفِ ٱلْخَفْضِ. Artinya: kalimat isim bisa dikenali degan: (1) jar; (2) tanwin; (3) dimasuki ال; dan (4) dimasuki huruf jar.


Keterangan
:

Baca Juga :   Seorang Ahli Selam Asal Prancis Memeluk Islam setelah Menemukan Bukti (Al-Qur'an dan Sains) bahwa Air Tawar dan Laut Tidak Bercampur.

Tanda kalimat isi yaitu ada empat:

1.      Jar Contoh: غُلَام زَيْدٍ : Budak Zaid
2.      Tanwin Contoh: جَاءَ زَيْدٌ : Zaid telah dating
3.      Dimasuki ال Contoh: جَاءَ الرِّجَالُ : Beberapa laki-laki telah dating
4.      Dimasuki huruf jar Contoh: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ : Saya bertemu dengan Zaid

 

وَهِيَ: مِنْ، وَإِلَى، وَعَنْ، وَعَلَى، وَفِيْ، وَرُبَّ، وَٱلْبَاءُ، وَٱلْكَافُ، وَٱللاَّمُ، وَحُرُوْفُ ٱلْقَسَمِ، وَهِيَ: ٱلْوَاوُ، وَٱلْبَاءُ، وٱلْتَّاءُ. Artinya: huruf jar ialah: من , إلى, عن, على, في,ربّ , ba’, kaf, lam, dan huruf qasam, yaitu wawu, ba’ danta’.

Keterangan

Huruf jar yaitu ada sepuluh:

1. مِنْ Contoh: سِرْتُ مِنَ اْلبَصْرَةِ : Saya berjalan dari Negara Bahsroh
2. إِلَى Contoh: إِلَى الْكُوْفَةِ : ke Negara Kufa
3.عَنْ Contoh: رَمَيْتُ السَّهْمَ عَنِ الْقَوْسِ : Saya melepaskan anak panah dari busurnya
4. عَلَى Contoh: رَكِبْتُ عَلَى الْفَرَسِ : Saya menunggangi kuda
5. فِيْ Contoh: الَمْاءُ فِيْ الْكُوْزِ : Air itu ada didalam cangkir
6. رُبَّ Contoh: رُبَّ رَجُلٍ كَرِيْمٍ لَقِيْتُهُ : Saya sedikit menjumpai seorang laki-laki demawan.
7. ba’ Contoh: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ : Saya bertemu dengan Zaid
8. kaf Contoh: زَيْدٌ كَالْبَدْرِ : Zaid laksana bulan purnama
9. lam Contoh: الْمَالُ لِزَيْدٍ : Harta itu miliknya Zaid
10. huruf qasam  

Huruf qasam ialah huruf yang dipakai untuk bersumpah dan jumlahnya ada tiga:

1. Wawu Contoh: وَاللهِ : Demi Allah, saya bersumpah
2. Ba’ Contoh: بِاللهِ : Demi Allah, saya bersumpah
3. Ta’ Contoh: تَاللهِ : Demi Allah, saya bersumpah

 

وَٱلْفِعْلُ يُعْرَفُ: بِقَدْ، وَٱلسِّيْنِ وَسَوْفَ، وَتَاءِ ٱلتَّأْنِيْثِ ٱلسَّاكِنَةِ. Artinya: kalimat fi’il bisa diketahui dengan: (1) قد, (2) سين, (3) سوف, dan (4) ta’ sukun

 

Keterangan

Tanda kalimat fi’il yaitu ada empat:

Baca Juga :   Ketika Sedang Sakaratul Maut, Iblis Akan Menyamar Seperti Ini Agar Manusia Mati Kafir
1. قَدْ Contoh: قَدْ قَامَ زَيْدٌ : Zaid benar-benar sudah berdiri
2. سِيْن Contoh: سَيَقُوْمُ زَيْدٌ : Zaid akan berdiri
3. سَوْفَ Contoh: سَوْفَ يَقُوْمُ زَيْدٌ : Zaid akan berdiri
4. تْ (ta’ sukun) Contoh: قَامَتْ فَاطِمَةُ : Fatimah sudah berdiri

 

 

 

ٱلْحَرْفُ: مَا لاَ يَصْلُحُ مَعَهُ دَلِيْلُ ٱلْاِسْمِ وَلاَ دَلِيْلُ ٱلْفِعْلِ. Atinya: Kalimat huruf ialah kalimat yang tidak bisa menerima tanda kalimat isim dan juga kalimat fi’il.


Keterangan

Tanda kalimat huruf adalah ia tidak bisa menerima tandanya kalimat isim dan kalimat fi’il. Contoh:

هَلْ Tidak bisa dikatakan : قَدْ هَلْatau فِيْ هَلْ

فِيْ Tidak bisa dikatakan : قَدْ فِيatau فِيْ فِيْ

لَمْ Tidak bisa dikatakan : قَدْ لَمْatau فِيْ لَمْ

KETERANGAN KHUSUS.

قد bisa masuk pada: (1) fi’il madhi dan bermakna:a)tahqiq (sungguh); b)taqrib (hampir) dan  (2) fi’il mudhari’ dan bermakna:  a)taqlil (sedikit); b) taktsir (banyak).

سين khusus masuk pada fi’il mudhari’ dan bermakna istiqbal (akan)

سوف khusus masuk pada fi’il mudhari’ dan bermakna istiqbal (akan)

ت (ta’ ta’nis) khusus masuk pada fi’il madhi.

Terkadang dalam kitab-kitab klasik (baca: kitab kuning) seakan-akan kalimat huruf dimasuki tanda kalimat isim dan kalimat fi’il, cuma sebenarnya itu bukan kalimat huruf atau bukan tanda kedua kalimat tersebut seperti:

في في زيدٍ : Di dalam mulut Zaid
لِمَ لَمْ يَضْرِبْ؟ : Kenapa dia tidak memukul?

Pada contoh yang pertama, في yang kedua bukan kalimat huruf tapi kalimat isim (asmaul khomsah), dan contoh yang kedua لم yang pertama bukan kalimat huruf tapi kalimat isim yang dimasuki kalimat huruf asalnya ل + ما = لما dibuang alifnya menjadi لم.