Wahai Sahabat, Mengapa Kau Kalah Pada Semut Dan Ayam Jago?

ayam-berkokok

Luqman Al-Hakim pernah memberi wasiat pada anaknya. Dia berkata, “wahai anakku, jangan biarkan semut jadi lebih berakal dari pada engkau. Mereka menyimpan makanan pada musim panas untuk menyediaan pada musim dingin. Dan jangan biarkan ayam jago mengalahkanmu. Ia berkokok sementara engkau masih terlelap tidur.”

Kita belajar dari ayam jago yang membangunkan manusia dari lelap tidurnya. Meninggikan suaranya pada waktu menjelang fajar sebagai bentuk tasbih mereka kepada Allah. Sedangkan manusia ketika itu masih nyenyak dalam tidurnya.

raasemut

Imam ibnu Al-jauzi mengungkapkan, “ perhatikanlah manusia yang menunaikan ibadah. Jika ibadah yang manusia lakukan sebagai kebiasaan, sesungguhnya ibadah yang dilakukan oleh makhluk-makhluk Allah yang telah terjaga pada waktu sahur adalah ibadah yang lebih dalam maknanya. Munusia berakal akan mengucapkan, “subhanallah, maha suci Allah sebagai hal yang biasa. Maka manusia yang terjaga pada waktu sahur memiliki waktu merenungkan keagungan ciptaan Allah, baru kemudian mengucap subhanallah sebagai wujud cinta dan syukur.

Untitled-2

Tasbih seperti inilah yang merupakan buah dari pikiran kesadaran dan pemahamannya, yaitu tasbih dari manusia-manusia yang telah terjaga pada saat banyak orang lain masih terlelap dalam tidurnya.

referensi:disadur dari buku, masalah anda bukan akhir dunia.