BAB I’RAB 

al'irabu 

ٱلْإِعْرَابُ: هُوَ تَغْيِيْرُ أَوَاخِرِ ٱلْكَلِمِ لِاخْتِلاَفِ ٱلْعَوَامِلِ ٱلدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيْرًا. Artinya: i’rab ialah: perubahan akhir kalimat disebabkan masuknya ‘amil yang berbeda-beda baik perubahan secara lafadh atau taqdir (perkiraan).

Keterangan

Yang maksud perubahan  secara lafdhiialah adanya perubahan yang jelas padalafadh, seperti:

جَاءَ زَيْدٌ : Zaid telah dating
رَأَيْتُ زَيْداً : Saya melihat Zaid
مَرَرْتُ بِزَيْدٍ : Saya bertemu dengan Zaid

Sedangkan yang maksud perubahan dalam taqdir (perkiraan) ialah perubahan yang secara lafadh (dhahir) tidak tampak, tapi secara taqdir ada perubahan, dengan harkat muqaddar seperti:

جَاءَ غُلَامِيْ : Budakku telah dating
رَأَيْتُ غُلَامِيْ : Saya melihat budakku
مَرَرْتُ بِغُلَامِيْ : Saya bertemu dengan budakku

 

وَأَقْسَامُهُ أَرْبَعَةٌ: رَفْعٌ، وَنَصْبٌ، وَخَفْضٌ، وَجَزْمٌ. Artinya: pembagian i’rab ada empat: (1) rafa’, (2) nashab, (3) jar, dan (4) jazm.

 

Keterangan

I’rab ada empat macam, yaitu:

1.Rafa’ Contoh: جَاءَ زَيْدٌ :Zaid telah datang
2. Nahsab Contoh: رَأَيْتُ زَيْداً : Saya melihat Zaid
3. Jar Contoh: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ : Saya bertemu dengan Zaid
4. Jazm Contoh: لَمْ يَضْرِبْ : Dia tidak memukul

 

فَلِلْأَسْمَاءِ مِنْ ذَلِكَ: ٱلرَّفْعُ، وَٱلنَّصْبُ، وَٱلْخَفْضُ، وَلاَ جَزْمَ فِيْهَا. Artinya : I’rab yang masuk pada kalimat isim ada tiga: (1) rafa’, (2) nashab, (3) jar dan jazm tidak bisa masuk pada kalimat isim.
فَلِلْأَفْعَالِ مِنْ ذَلِكَ: ٱلرَّفْعُ، وَٱلنَّصْبُ، وَٱلْجَزْمُ، وَلاَ خَفْضَ فِيْهَا. Artinya : I’rab yang masuk pada kalimat fi’il ada tiga: (1) rafa’, (2) nashab, (3) jazm dan jar tidak bisa masuk pada kalimat fi’il.

Keterangan

Baca Juga :   Inilah 9 Ciri-ciri Anak yang Membawa Rezeki Untuk Orang Tuanya

I’rab yang sama-sama bisa masuk pada kalimat isim dan kalimat fi’il ada dua:

1.Rafa’ Contoh: جَاءَ زَيْدٌ : Zaid telah datang
    يَضْرِبُ : Dia akan memukul
2. Nashab Contoh: رَأَيْتُ زَيْداً : Saya melihat Zaid
    لَنْ يَضْرِبَ : Dia tidak akan memukul

 

Adapun i’rabjar khusus masuk pada kalimat isim.

Contoh: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ : Saya bertemu dengan Zaid 

Dan i’rab jazm khusus pada kalimat fi’il.

Contoh: لَمْ يَضْرِبْ : Dia tidak memukul