Inilah Keistimewaan Imam Syafi’i.

images (5)

Kekuatan hafalan Syafi’i sangat mencengangkan, sampai–sampai seluruh kitab yang di baca dapat dihafalnya. Ketika beliau membaca suatu kitab, beliau berusaha menutup halaman yang kiri dengan tangan kananya karena khawatir akan melihat halaman yang kiri dan menghafal terlebih dahulu sebelum hafal halaman yang kanan. Mengenai hal ini beliau bercerita, bahwa bermimpi bertemu Rasulullah dan Rasulullah berkata kepadanya, siapa kamu wahai anak muda “Imam Syafi’i berkata aku termasuk Umatmu ya Rasulullah. Rasulallah berkata “mendekatlah kepadaku” Imam Syafi’i mendekat kepada rasul, lalu sang Rasul mengambil air liurnya dan meletakkan air liur itu kedalam bibir Imam Syafi’i, setelah itu Rasulullah berkata kepadanya, semoga Allah memberkahimu”. Setelah bermimpi demikian, beliau tidak pernah merasakesulitan dalam menghafal ilmu, beliau juga mencapai kemampuan berbahasa yang sangat indah[1].

Kemampuan beliau dalam mengubah syair dan ketinggian mutu bahasanya mendapat pengakuan dan penghargaan yang sangat tinggi dari orang-orang alim yang se-zaman dengannya. Demikiantinggi prestasi-prestasi keilmuan yang telah ia capai dalam usia yang sangat belia. Sehingga guru-gurunya membolehkannya untuk berfatwa di masjid al-haram ketika itu ia masih sangat muda bahkan mencapai usia 15 tahun

Berikut ini beberapa keistimewaan Imam Syafi’i yang lain :

  1. Keluasan ilmu pengetahuan dalam bidang sastera serta nasab, yang sejajar dengan al-Hakam bin Abdul Muthalib, dimana Rasulullah saw. pernah bersabda: “Sesungguhnya Keturunan (Bani) Hasyim dan keturunan (Bani) Muthalibitu hakikatnya adalah satu.” (H.R. Ibnu Majah, dalam kitab yang menjelaskan tentang Wasiat, bab “Qismah al-Khumus,”hadits no. 2329.)
  2. Kekuatan menghafal al-Qur`an dan kedalaman pemahaman antara yang wajib dan yang sunnah, serta kecerdasan terhadap semua disiplin ilmu yang dia miliki, yang tidak semua manusia dapat melakukannya.
  3. Kedalaman ilmu tentang Sunnah, dia dapat membedakan antara Sunnah yang shahih dan yang dha`if. Serta ketinggian ilmunya dalam bidang ushul fiqih, mursal, maushul, serta perbedaan antara lafadl yang umum dan yang khusus. ImamAhmad bin Hambal berkata: Para Ahli hadits yang dipakai oleh Imam Abu Hanifah tidak diperdebatkan sehingga kami bertemu dengan Imam Syafi`i. Dia adalah manusia yang paling memahami kitab Allah swt. dan Sunnah Rasulullah saw. serta sangat peduli terhadap haditsnya.
  4. Karabisy 2 berkata: Imam Syafi`i adalah rahmat bagi umat Nabi Muhammad SAW. (Karabisy dinisbatkan pada profesi penjual pakaian, namanya adalah Husain bin Ali bin Yazid.)
  5. Dubaisan (Namanya adalah Abu Dubais bin Ali al-Qashbani) berkata: Kami pernah bersama Ahmad bin Hambal di Masjid Jami` yang berada di kota Baghdad, yang dibangun oleh al-Manshur, lalu kami datang menemui Karabisy, lalu kami bertanya: Bagaimana menurutmu tentang Syafi`i? kemudian dia menjawab: Sebagaimana apa yang kami katakan bahwa dia memulai dengan Kitab (al-Qur`an), Sunnah, serta ijma` para ulama’`. Kami orang-orang terdahulu sebelum dia tidak mengetahui apa itu al-Qur`an dan Sunnah, sehingga kami mendengar dari Imam Syafi’i tentang apa itu al-Qur`an Sunnah dan ijma`. Humaidiberkata: Suatu ketika kami ingin mengadakan perdebatan dengan kelompok rasionalis kami tidak mengetahui bagaimana cara mengalahkannya. Kemudian Imam Syafi`i datang kepada kami, sehingga kami dapat memenangkan perdebatan itu. ImamAhmad bin Hambal berkata: Kami tidak pernah melihat seseorang yang lebih pandai dalam bidang fiqih (faqih) terhadap al-Qur`an daripada pemuda Quraisy ini, dia adalah Muhammad bin Idris al-Syafi`i.
  6. Ibnu Rawaihah pernah ditanya: Menurut pendapatmu, bagaimanakah Imam Syafi’i dapat menguasai al-Qur`an dalam usia yang masih relatif muda? lalu dia menjawab: Allah swt. mempercepat akal pikirannya lantaran usianya yang pendek.
  7. Rabi` berkata: Kami pernah duduk bersama di Majelisnya Imam Syafi`i setelah beliau meninggal dunia di Basir, tiba-tiba datang kepada kami orang A`rabi (badui). Dia mengucapkan salam, lalu bertanya: Dimanakah bulan dan matahri majleis ini? lalu kami mejawab: Dia telah wafat. Kemudian dia menangis lalu berkata: Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat dan mengampuni semua dosanya. Sungguh beliau telah membuka hujjah yang selama ini tertutup, telah merubah wajah orang-orang yang ingkar, membuka kedok mereka, dan juga telah membuka pintu kebodohandisertai penjelasannya, lalu tidak beberapa lama orang badui itu pergi.Hasan bin Abdul Aziz al-Jarwi al-Mishri mengatakan, bahwa Imam Syafi’i pernah berkata: Kami tidak menginginkan kesalahan terjadi pada seseorang, kami sangat ingin agar ilmu yang kami miliki itu ada pada setiap orang dan tidakdisandarkan pada kami. Imam Syafi`i berkata: Demi Allah kami tidak menyaksikan seseorang lalu kami menginginkankesalahan padanya. Tidaklah bertemu dengan seseorang melainkan kami berdo`a “Ya Allah, jadikanlah kebenaran ada pada hati dan lisannya! jika kebenaran berpihak kepada kami, semoga dia mengikuti kami, dan jika kebenaran berpihak kepadanya semoga kami mampu mengikutinya. Imam Syafi’i adalah Pakar Ilmu Pengetahuan dari Quraisy. ImamAhmad bin Hambal berkata: Jika kami ditanya tentang satu masalah dan kami tidak mengetahuinya, maka kami menjawab dengan menukil perkataan Syafi`i, lantaran dia seorang Imam besar Ahli dalam ilmu pengetahuan yang berasal dari kaum Quraisy. Dalam suatu hadits diriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda: “Orang alim dari Quraisy ilmunya akan memenuhi bumi.” (Manaqib karya Imam Baihaqi, juz 1, hlm. 45.)
Baca Juga :   Baca Doa Ini Agar Terhindar Dari Azab Kubur

Ar-Razi berkata: Kriteria orang orang yang disebutkan di atas ini akan terpenuhi apabila seseorang memiliki kriteria sebagai berikut : Pertama; berasal dari suku Quraisy. Kedua; memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas dari kalangan ulama Ketiga; memiliki ilmu pengetahuan yang luas, dan dikenal oleh penduduk Timur dan Barat. Benar kriteria di atas hanya terdapat pada diri Imam Syafi`i, dia adalah seorang Ahli ilmu pengetahuan yang berasal dari suku Quraisy.

Berikut beberapa hadits yang berkaitan dengan hal di atas. Riwayat dari Ibnu Mas`ud bahwa dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian mencaci maki suku Quraisy, karena sesungguhnya Ahli ilmu di antara mereka akan memenuhi dunia. Ya Allah ya Tuhan kami, Engkau telah menimpakan azab yang terdahulu dari mereka, maka anugerahkan nikmat-Mu yang terakhir dari mereka.” (H.R. Abu Daud Thabalasi dalam kitab Musnad-nya, hlm. 39-40.)

Riwayat dari Abu Hurairah RA. bahwa Rasulullah SAW. bersabda : Ya Allah tunjukkanlah orang-orang Quraisy, karena ”sesungguhnya orang alim di antara mereka akan memenuhi dunia. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberikan azab kepada mereka, maka berikanlah (Khatib, dalam Tarikh, juz 2, hlm. 61.) juga Nikmat-Mu atas mereka.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali. Dia adalah orang Quraisy dari Bani al-Muthalibi, Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya Bani Hasyim dan Bani Muthalib adalah adalah satu.” Lalu Rasulullah saw. merapatkan jari tangannya. (H.R. Sunan Kubra, juz 6, hlm. 340.) Selanjutnya Rasulullah saw. kembali bersabda : “Sesungguhnya Allah swt. mengutus untuk umat ini pada setiap seratus tahun seseorang yang memperbaharui agama-Nya.” (8 . Al-Mustadrak, juz 4, hlm. 522, dan Khatib dalam Tarikh, juz 2, hlm. 61.)

Baca Juga :   Dosa Meninggalkan Sholat 5 Waktu Lebih Besar Dari Dosa Berzina

[1]Muhammad Shiddiq Al-Minsyawi. 2007. Az-Zuhud  Mi’ah A’zhamuhum Muhammad Shallahu’alihi Wa Sallam. Kairo;Darul Fadilh. P.431