Siapa Yang Menghina Ulama, Allah Tidak Akan Tinggal Diam Pada Orang Tersebut. Inilah Adzabya.

ulama

congkop.xyz. Al-ulama Warotsatul Abbiya’. Akhir-akhir ini ada sebagian orang yang suka mendiskreditkan satu atau sekelompok ulama. Kemudian mereka meninggalkan dan tidak mengambil pendapat atau fatwa mereka, serta berlepas diri dari bimbingan merek. Padahal di sebutkan di dalam satu hadits, para Ulama ini adalah “Delegasi” Allah di muka bumi atas makhluknya. Merekalah yang mewarisi ilmu dari para Nabi. Tapi di lain pehak malah menghinanya. Apa hukumannya?

  1. Menghina ulama akan menyebabkan rusaknya agama.

Berkata Al-Imam Ath-Thahawi Rahimahullah:

“Ulama salaf dari kalangan ulama terdahulu, demikian pula para tabi’in, harus disebut dengan kebaikan. Maka siapa yang menyebut mereka dengan selain kebaikan maka dia berada di atas kesesatan”

Berkata Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah:

“Siapa yang melecehkan ulama, akan hilang akhiratnya. Siapa yang melecehkan umara’ (pemerintah), akan hilang dunianya. Siapa yang melecehkan teman-temannya, akan hilang kehormatannya”

Dan mencela ulama termasuk diantara dosa-dosa besar.

  1. Orang yang menghina ulama sama artinya dia mengumumkan perang kepada Allah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang wali Allah yang diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari -rahimahullah- dari Abu Hurairah –radhiyallohu ‘anhu- :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْآذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ – …رواه البخاري

Baca Juga :   Inilah 3 Syarat Agar Amal Ibadah Diterima Oleh Allah

Dari Abu Hurairah”Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman :

‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya…[HR. Al Bukhari]

Dan para ulama, mereka adalah termasuk wali-wali Allah.

  1. Orang yang menghina ulama sengaja mencampakkan dirinya untuk terkena do’a dari seorang alim yang terzhalimi. Hal ini sebagaimana kisah salah seorang Shahabat yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqash –radhiyallohu ‘anhu- dan beliau termasuk salah seorang dari 10 Shahabat yang dijamin dengan Surga.
  2. Orang yang mencibir para ulama maka ia akan dijerumuskan kepada apa yang ia tuduhkan kepada ulama itu.

Berkata Ibrahim An-Nakha’i rahimahullah- :

“Aku mendapati dalam jiwaku keinginan untuk membicarakan aib seseorang; akan tetapi yang mencegahku dari membicarakannya adalah aku khawatir jika aib orang itu ternyata menimpa diriku”

  1. Orang yang merasa lezat dengan meng-ghibah para ulama maka ia akan diberikan su-ul khatimah (akhir kehidupan yang jelek)

Al-Qadhi Az-Zubaidi, ketika dia meninggal dunia lisannya berubah menjadi hitam, hal ini dikarenakan dia suka mencibir Al-Imam An-Nawawi.

  1. Daging para ulama itu beracun Berkata Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullah- :

“Daging para ulama itu beracun. Siapa yang menciumnya maka ia akan sakit. Siapa yang memakannya maka ia akan mati.”

  1. Mencela ulama merupakan sebab terbesar bagi seseorang untuk terhalangi dari dapat mengambil faidah dari ilmu para ulama.
Baca Juga :   Misteri Keislaman Patih Gajah Mada dan Kerajaan Majapahit

Berkata Al-Imam Hasan Al-Bashri –rahimahullah- : “Dunia itu seluruhnya gelap, kecuali majelis-majelisnya para ulama.”