Melacak Sejarah Jihad dari Masa ke Masa

jihad-1

congkop.xyz. Tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa kesalah-pahamann dan stigma buruk seputar jihad yang berkembang selama ini diakibatkan oleh pemahaman yang sepotong-potong dan ahistoris (al-fahm aljuz’i wa alla tarikhi).

Harus ditegaskan pula bahwa pemahaman yang ahistoris terhadap konsep jihad sangat membahayakan baik bagi kaum muslimin maupun kalangan Barat. Kaum muslimin yang tidak memahami konsep dan sejarah jihad dengan benar berpotensi terjebak dalam sikap fanatik yang melegitimasi terorisme. Hal ini sesuai dengan pandangan Mohammed Ar-koun, dalam karyanya Tarikhiyyah al-Fikr al-Arabi al islami bahwa ketiadaan kesadaran sejarah (al-wa’yu al-tarikhi) merupakan salah satu faktor pemicu munculnya fanatisme dan eksklusivisme di kalangan kaum muslimin sepanjang sejarahnya. Di sisi lain, kalangan Barat yang tak memahaminya akan mudah menuduh Islam sebagai agama teroris dan radikal yang disebarkan dengan bom.

Flag_of_Jaysh_al-Jihad.svg

oleh sebab itu, penting sekali bagi kaum muslimin sekaligus kalangan Barat memahami jernih sejarah perkembangan konsep jihad sehingga tidak mudah terpengaruh oleh stigma buruk yang berkembang selama ini. Dengan adanya kesalahpahaman dan stigma buruk terhadap jihad, tidak sedikit kaum muslimin yang kerepotan dan disusahkan untuk menjelaskan konsep dan sejarah jihad dengan tepat setelah ia mengalami reduksi dan penyimpangan makna.

Yusuf al-Qardhawi merupakan salah satu dari sekian banyak penulis terkenal asal Timur Tengah yang menjelaskan konsep jihad dan sejarahnya secara objektif dan moderat. Dalam bukunya yang berjudul Fiqh al-Jihad, aI-Qardhawi juga mengkritik kelompok garis keras yang memahami jihad secara salah kaprah sebagai perang melawan kekafiran.

Stigma buruk terhadap jihad dan Islam tidak hanya mengundang keprihatinan dari ulama moderat seperti Yusuf al-Qardhawi, tetapi juga para orientalis Barat yang simpatik. Sebagai contoh, misalnya, James Turner Johnson, dalam bukunya yang berjudul The Holy War Idea in Western and Islamic Traditions, mencoba mengeksplorasi sejarah Perang suci dalam tradisi kultural Barat Kristen dan Islam sebagai bagian dari upaya membangun jembatan dialog antara peradaban Islam dan Barat yang konstruktif. (disadur dari:ketika non muslim membaca Al-qur’an)