Al-Qur’an Bukan Kitab Teror

al-quran-yang-menjawab

Al-Quran merupakan kitab petunjuk yang me nuntun umat manusia agar hidup damai dan harmonis dengan senantiasa menjalin hubungan baik dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan seluruh isi alam semesta.

Namun, Al-Quran telah menjadi teks yang berpotensi disalah tafsirkan untuk menjustifikasi kepentingan politis dan ideologik yang merusak harmoni social. Penafsiran atas Al-Quran rawan dipolitisasi karena, menurut Ali bin Abi Thalib r.a., “Al-Quran merupakan `teks mati’ di antara dua sampul yang tak mampu mengekspresikan makna kecuali ditafsirkan oleh para penafsir.”‘

Senada dengan Ali, Peter Werenfles menyatakan, “Setiap orang dapat mencari justifikasi ideologisnya dalam Kitab Suci dan setiap orang pasti akan menemukan apa yang dicari.

Pernyataan Ali tersebut barangkali merupakan ekspresi kesedihan atas munculnya berbagai penafsiran politis-ideologis yang reduktif pada era Fitnah Kubra Setelah terbunuhnya Utsman bin Affan yang ditandai oleh perpecahan umat Islam. Kaum khawarij tanpa ragu-ragu mengafirkan kelompok lain dan melegitimasi terror terhadap mereka karena alasan politis berdasarkan pemahaman Al-Quran secara tekstual.

q

Media-media Barat sering mengeksplor ayat-ayat Al-Quran tentang jihad untuk menciptakan kesan bahwa Al-Quran adalah kitab teror. Namun  jarang sekali media-media tersebut menampilkan ayat-ayat yang menekankan cinta, kesantunan, kerendahan hati, kesabaran, kasih sayang, penghargaan terhadap orang lain, dan perdamaian.

Bertolak belakang dengan opini negatif yang berkembang di Barat, kita akan melihat bahwa Al-Quran sejatinya merupakan kitab yang mengajarkan kebaikan dan moralitas yang berbasis pada cinta kasih. Dalam pembahasan awal mula penciptaan, Al-Quran menitahkan bahwa tugas manusia sebagai khalifah di bumi adalah untuk menjaganya dari segala macam kerusakan. Allah berfirman: ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu makhluk yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” Qs Al-Baqorah (2: 30). (disadur dari:al-qur’an bukan kitab teror)