Merawat Toleransi Beragama

tt

congkop.xyz. Di masa depan, semakin banyak masyarakat yang menerima dan menerapkan toleransi, semakin minim pula terorisme atas nama agama. Untuk mensosialisasikan toleransi masyarakat perlu meningkatkan dialog dan interaksi antar-budaya dan agama secara simpatik dan empatik.

Perdamaian umat manusia hanya akan terwujud apabila konflik antar-peradaban dihindari sekuat mungkin, keragaman tradisi dalam komunitas agama dan keragaman agama-agama dunia diterima sebagai keniscayaan, hak asasi manusia dihormati, dan proses partisipasi yang demokratis atas dasar kewarganegaraan yang sama dijadikan mekanisme berpolitik yang adil.

Toleransi

Toleransi sangat perlu diwacanakan di masyarakat guna meminimalkan kekerasan atas nama agama yang akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Toleransi semakin mendesak dibumikan dalam rangka mewujudkan koeksistensi, yakni kesadaran hidup berdampingan, baik antar-pemeluk agama maupun antar negara secara damai dan harmonis di tengah-tengah masyarakat yang plural.

Bahkan, bisa dikatakan bahwa keberlangsungan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks mikro dan dialog antar peradaban dunia dalam konteks makro tergantung pada sejauh mana toleransi diterima oleh masyarakat.

Toleransi

Dalam sejarahnya, toleransi sebagai prinsip politik telah mengalami sukses besar di dunia Barat modern. Sejatinya, sebagai sebuah kebajikan dalam kehidupan etis bagi individu, toleransi merupakan ide yang sudah ada sejak masa keemasan filsafat Yunani dan era Islam klasik. Barangkali masyarakat Barat modernlah yang melembagakan gagasan bahwa kekuasaan negara harus dibatasi, perbedaan pendapat harus dilindungi, dan keseragaman pendapat tidaklah niscaya bagi stabilitas sosial.

Baca Juga :   Kisah Halimah Yang Mendapatkan Banyak Keberkahan Ketika Menyusui Rasulullah