Darah Nifas dan Wanita Yang Tidak Mengeluarkan Darah di Waktu Nifas

n1

Pengertian Nifas

congkop.xyz. Adapun pengertian nifas menurut bahasa berarti melahirkan, adapun menurut istilah Ulama’ Fiqh adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Walau hanya berupa segumpal darah atau gumpalan daging, dengan syarat selagi tidak dipisah suci selama 15 hari. Apabila sudah dipisah suci selama 15 hari, maka darah yang keluar setelah itu adalah darah haid[1].

Adapun Darah yang keluar bersamaan dengan jabang bayi atau sebelum melahirkan disebut darah fasad (Istiẖâđah). Tetapi apabila bersambung dengan haid sebelumnya, maka dihukumi darah haid juga, walaupun tidak ada pemisah antara haid dan nifas secara nyata, cukup dipisah dengan keluarnya anak[2].

Masa Keluarnya Darah Nifas

Batasan-batasan darah nifas sebagai berikut:

  1. Minimalnya yaitu setetes (Laẖťah). Dan ada perempuan yang melahirkan tidak keluar darah nifas.
  2. Lumrahnya yaitu 40 hari.
  3. Maksimalnya yaitu 60 hari. Apabila lebih dari 60 hari, maka perempuan tersebut dihukumi Mustahâđah dan penulis akan jelaskan di bab Istihâđah.

 Wanita Tidak Keluar Darah Setelah Melahirkan

Adapun hukum darah yang keluar setelah beberapa hari setelah melahirkan (ada jeda waktu antara waktu melahirkan dan keluarnya darah) sebagai berikut[3]:

  1. Apabila darahnya yang keluar sebelum 15 hari dari waktu lahirnya, maka darah tersebut masih dihukumi darah nifas. Adapun hari-hari tidak keluarnya darah dihukumi Nifâs ‘Adadan La Hukman (secara hitungan hari dihitung nifas, secara hukum dihukumi suci). seperti ia melahirkan tanggal 1 dan baru pada tanggal 10 mengeluarkan darah, maka yang dihukumi nifas sejak tanggal 10, tetapi hitungan 60 harinya dihitung sejak tanggal 1, jadi masa-masa sebelum keluarnya darah dari tanggal 1-9 dihukumi suci, boleh bagi suaminya menggaulinya, dengan catatan shalat-shalat yang ia tinggalkan waktu itu, harus diganti[4].
  2. Apabila darahnya yang keluar setelah 15 hari dari waktu lahirnya, maka darah tersebut masih dihukumi darah haid. Adapun hari-hari tidak keluarnya darah dihukumi  suci dan tidak ada yang dihukumi nifas. Seperti ia melahirkan tanggal 1 dan baru pada tanggal 17 mengeluarkan darah, maka yang keluar dihukumi darah haid dan tanggal 16 ia wajib sholat, puasa dan sebagainya yang wajib bagi perempuan yang suci, jadi 15 hari setelah melahirkan boleh bagi suami menggaulinya, dan shalat-shalat yang ia tinggalkan waktu itu, harus diganti.                                                                                                     Masa Suci Antara Dua Nifas
Baca Juga :   Keajaiban Sedekah: Penghasilan Naik 20 Kali Lipat, Jodoh Datang di Saat yang Tepat

Adapun masa suci antara nifas pertama dan nifas kedua boleh kurang dari 15 hari seperti seorang perempuan yang baru melahirkan setelah dua hari disetubuhi oleh suaminya kemudian dia hamil dan setelah nifasnya selesai 60 hari satu hari ia keguguran dan keluarlah darah nifas lagi[5].

Wanita Tidak Keluar Darah Di Waktu Nifas

Sedangkan Wanita yang mengeluarkan darah nifas secara terputus-putus, hukumnya sebagai berikut[6]:

  1. Apabila putusnya tidak sampai 15 hari, maka semuanya termasuk darah nifas, begitu juga masa putusnya darah (menurut Qaul Saẖb) dengan syarat masih dalam 60 hari.
  2. Apabila putusnya sudah sampai 15 hari atau lebih, maka darah yang keluar setelah itu dihukumi darah haid dengan syarat tidak kurang dari 24 jam dan tidak lebih dari 15 hari.

 

[1] Ibrohim al-Bâjurȋ, op.cit. jilid I, h. 109.

[2] Abî Zakaria Al-Anşârî, Hâsyiyah asy-Syarqâ, (t.t.,Dâr al-Fikr,t.t.), h. 158. Abû al-Ishâq dan Abu al-Abbas berpendapat bahwa darah tersebut termasuk darah nifas, tak ada bedanya dengan darah yang keluar setelah melahirkan. (Muhażżab 89).

[3] Ibrohim al-Bâjurȋ, op.cit., jilid I, h. 109./ Sulaimân ibn Umar, op.cit. h. 260.

[4] Dalam kitab I’ânat aţ-Ţâlibîn mengutip dalam kitab Bujairimi menjelaskan ada tiga pendapat bagi wanita yang melahirkan dan mengalami keterlambatan dalam nifasnya. 1) Hitungan nifasnya dimulai dari sejak melahirkan dan hukum nifasnya dimulai dari sejak keluarnya darah. 2) Hitungan nifas dan hukum nifasnya dimulai sejak keluarnya darah. 3) Hitungan nifas dan hukum nifasnya dimulai sejak melahirkan. Jadi menurut pendapat pertama dan yang kedua masa-masa sebelum keluarnya darah dihukumi suci dan boleh bagi suaminya menggaulinya. Tapi shalat-shalat yang ditinggal waktu itu harus diganti, bedanya kalau pendapat yang pertama hitungan 60 hari dimulai sejak melahirkan dan pendapat yang kedua sejak mengeluarkan darah. Adapun menurut pendapat yang ketiga masa-masa sebelum keluarnya darah juga dihukumi nifas. Tidak boleh bagi suaminya menggaulinya tapi juga shalat-shalat yang ditinggalkan waktu itu tidak usah diganti,( I’ânat-Ţâlibîn 89).

Baca Juga :   Peristiwa Isra’ Mi’raj: Nabi Muhammad di Langit Kedua

[5] Ibn Hajar al-Haitamî, Minhâju al-Qawȋm. op.cit. h. 29.

[6] al-Qalyŭbȋ  dan ‘Umairah, Hâsyitâ, Jilid I, (Lebanon: Dâr al-Kutub al-Ilmiyah, 2009), h. 161.