Siapa bilang Selingkuh itu Indah? nih, Baca dari Segi Islam dan Kesehatan

congkop.xyz – Dalam kehidupan rumah tangga Setiap orang pasti mendambakan kehidupan rumah tangganya harmonis tanpa ada masalah yang berarti, namun kenyataannya setiap hubungan tidak selalu berjalan mulus Sesuai yang diharapkan. Ada saja masalah yang terjadi dalam suatu hubungan. Maka ketika masalah itu datang pasti sebagian orang ada yang memilih untuk lari dari keadaan tersebut dengan mencari orang lain sebagai penghibur hatinya yang biasanya berujung pada perselingkuhan. Jenuh, sering ribut, dan tak lagi kerap cocok menjadi klisse alasan seorang berselingkuh dan sejuta alasan lainnya untuk membenarkan perselingkuhannya. Setiap orang punya potensi dan kesempatan untuk berbuat selingkuh jika tertarik dengan seseorang lalu memperhatikannya, mengaguminya, mencoba membangun komunikasi, kemudian terjadi komunikasi yang Intens dan muncul kesesuaian rasa maka dari sinilah awal Perselingkuhan itu dimulai.

  1. Beberapa Tahap dalam Perselingkuhan

Siapa bilang Selingkuh itu Indah? nih, Baca dari Segi Islam dan Kesehatan

Ada beberapa tahapan perselingkuhan yang kerap kali terjadi diantaranya adalah tahapan ketertarikan tahapan ketertarikan dimulai dari ketertarikan secara fisik ataupun emosional dan karena tertarik pada seseorang tersebut maka mulailah kita bercakap-cakap dan menjalin hubungan dengannya. Setelah itu kita mulai merasa tergantung dengannya dan kita merasa membutuhkannya saat dia tidak hadir kita merasa tidak nyaman kita mulai menanti-nantikan dia setelah muncul rasa ketergantungan itu mulailah proses saling memenuhi kita merasa saling memenuhi kebutuhan emosional masing-masing misalnya yang satu punya problem dengan keluarganya, lalu diceritakan kepada rekan yang dapat memenuhi kebutuhan emosionalnya dan terus berlanjut.

Perselingkuhan juga tidak selalu berarti hubungan yang melibatkan kontak seksual, sekalipun tidak ada kontak seksual tetapi kalau sudah ada saling ketertarikan, saling ketergantungan dan saling memenuhi diluar pernikahan, hubungan semacam itu sudah bisa dikategorikan sebagai perselingkuhan dan ketika berselingkuh seseorang akan merasa terjebak dalam situasi ini biasanya mereka sangat sulit untuk menemukan jalan keluarnya karena tarikan arus perselingkuhan semakin kuat menjerat sehingga tak jarang perselingkuhan yang ia lakukan akan berujung pada kehancuran rumah tangga. Lalu bagaimana Islam memandang perselingkuhan?

Salah satu bentuk pintu mendekati berzina itu adalah melalui perselingkuhan, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya “dan jangan lah kamu mendekati zina sesungguhnya dia itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Quran Surah Al Isra ayat 32).

Baca Juga :   Mengapa Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin Meski pada Musim Panas Ini Penuturan Kepala Peneliti Masjid, Abdul Mohsin bin Hamid.

Dari ayat tersebut Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsir Ibnu Hajar 5 550 berpendapat bahwa “Allah melarang hambanya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, maka itu juga berarti bahwa Allah melarang mendekati sebab-sebab dan pendorong pendorong perbuatan zina maka konsep perzinahan tidak hanya sebatas melakukan hubungan suami istri diluar nikah saja tetapi termasuk dengan melihat sesuatu dan membicarakan sesuatu yang menjurus kepada perzinahan seperti zina mata zina lisan dan zina anggota badan. Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu Anhu, “Rosulullah bersabda bahwa Allah telah menetapkan atas Bani Adam bagian dari zina yang bisa dan pastinya dapatkan yaitu zina mata yakni melihat, zina lisan yang berbicara, zina hati yakni berangan-angan serta bernafsu dan merasuk kedalam perasaan untuk menikmatinya.

Cara penebusan dosa zina dengan selingkuhan sangatlah berat, mereka harus dilempari batu sampai mati. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Ambillah dariku Ambillah dariku Allah telah menjadikan bagi mereka jalan keluar jika berzina perjaka dengan gadis maka hadnya dicambuk 100 kali dan diasingkan setahun, apabila berzina dua orang yang sudah menikah maka hadnya di cambuk 100 kali dan dirajam (dilempari dengan batu) dan bagi seseorang yang telah merusak rumah tangga orang lain, maka ia bukanlah golongan Rosullah, seperti sabda rasulullah dalam hadist yang berbunyi “siapa menipu dan merusak hubungan seorang hamba sahaya dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami, dan barang siapa yang  merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah dari kami.” (Hadist Shahih diriwayatkan oleh Ahmad Al-Bazar, Ibnu hibban An-Nasa’i dalam Al-Kubra dan baihaqi)

  1. Beberapa Dampak dari Perselingkuhan

Siapa bilang Selingkuh itu Indah? nih, Baca dari Segi Islam dan Kesehatan

Perselingkuhan memang kerap menimbulkan dampak buruk bagi pelaku dan orang-orang disekitarnya, dan berikut adalah beberapa dampak buruk dari berbagai sisi yang terjadi dikasus seseorang melakukan perselingkuhan diantaranya yaitu : secara sosial telah terbukti bahwa perselingkuhan bisa berbuntut pada kehancuran rumah tangga dan otomatis rumah tangga yang hancur Juga akan berdampak buruk untuk kehidupan anak-anak yang tidak bersalah. Menurut ilmuwan Italia dari University of the Ring “pria maupun wanita yang tidak setia memiliki resiko lebih tinggi menderita sakit kepala, hal ini merupakan akibat orang yang berselingkuh cenderung lebih sering mengalami tekanan dan stres. Para peneliti dari University of Colorado juga mengambil kesimpulan yang mendukung kau selingkuh berbahaya bagi kesehatan tubuh seseorang, perselingkuhan tidak hanya memberikan pengaruh buruk pada orang yang berselingkuh saja namun orang yang diselingkuhi juga merasakan dampak negatif pada kesehatan mental mereka, setelah mereka mengetahui bahwa pasangan mereka berselingkuh, mereka akan lebih sering depresi rasa dikhianati membuat mereka menjadi selalu ketakutan dan dampak ini dikatakan sama dengan rasa depresi orang yang selamat dari kecelakaan mobil mengerikan. Seorang pelaku zina apa lagi berzinah dengan selingkuhannya maka azab di akhirat sangat mengerikan. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa “ketika ia berjalan harus sampai pada sebuah bangunan seperti tungku pembakaran tiba-tiba beliau mendengar suara gaduh dan teriakan, lalu Rasulullah menengoknya dan melihat ke dalamnya betapa terkejutnya karna beliau melihat laki-laki dan perempuan telanjang dan keduanya didatangi nyala api dari bawah mereka, hingga mereka pun berteriak. Maka rasulullah bertanya pada malaikat jibril dan mikail “siapa mereka?” dijawabnya bahwa laki-laki dan perempuan yang berada ditempat seperti ini adalah para pelaku zina.

Baca Juga :   5 Keutamaan Shalat Subuh yang Jarang Kita Ketahui

 Maka jelaslah sudah bahwa islam sangat melarang perselingkuhan apalagi jika sampai berujung pada perbuatan zina dan perselingkuhan bukanlah jalan keluar jika terjadi masalah dalam hubungan rumah tangga. Komunikasi yang terbuka dan intens antarpasangan insya Allah bisa mengurangi benang kusut dari masalah tangga. Namun jika solusi terakhir yang harus ditempuh adalah perceraian hal itu tetap lebih baik daripada harus melakukan perselingkuhan yang banyak menimbulkan dampak buruk dan menyebabkan dosa.