Keringat Rosulullah Yang Dijadikan Minyak Wangi

Congkop.xyz Manusia memiliki sistem pembakaran metabolisme dalam tubuh sehingga meyebabkan keluarnya keringat dari kulit. Keringat itu diperoleh dari zat-zat makanan sehingga di antaranya  manusia umumnya memiliki bau keringat yang tidak sedap bahkan sering menimbulkan kotoran yang menempel pada kulit.



Berbeda dengan baunya Rasulullahﷺ ia memiliki bau yang tidak sama dengan manusia pada umumnya, padahal Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan yang sama pada umumnya manusia bahkan ia lebih banyak beraktivitas dari manusia lainnya. Namun ada yang berbeda dengan bau tubuh Rasulullah, beliau memiliki bau yang sangat wangi. Dan itu menjadi  keistimewaan yang diberikan Allah sebagai mukjizat sebagai bukti kebenaran risalah yang dibawanya.

Berdasarkan riwayat dari para sahabat yang setiap hari berdekatan dengan Rasul, rata-rata mengatakan bahwa harum beliau menebarkan aroma yang sangat wangi. Keharumannya menyerupai minyak wangi yang keluar dari tubuhnya bisa dirasakan oleh yang berdekatan dengan beliau, sampai sampai ada sahabat yang mengumpulkan keringat beliau untuk dijadikan minyak wanginya.

Anas ra ia berkata: “Aku belum pernah menyentuh sutra yang lebih halus di bandingkan dengan tangan Rasulullah, dan aku belum pernah mencium bau yang lebih harum dibandingkan dengan bau badan Rasulullah.”

Anas adalah sahabat Rasulullah yang merupakan tangan kanan beliau. Semenjak usia muda dia telah tinggal bersama Rasulullah, melayani segala keperluan beliau,jadi dia sangat paham bau yang keluar dari tubuh beliau, bagi annas tiada hari tanpa berdekatan dengan Rasul.

Baca Juga :   Hukum Memelihara Jenggot Menurut Lintas Madzhab

Di riwayatkan dari Anas: ia berkata: “Rasulullah shallallahu alahi wassalam masuk menemui kami dan tidur bersama kami. Ketika beliau berkeringat (dalam tidurnya), ibuku datang dengan membawa botol tersebut. Ketika bangun beliau berkata; “Hai Ummu Sulaim, apa yang sedang engkau lakukan ini?”

Ummu sulaim menjawab, “Ini merupakan keringatmu yang kami tampung dalam botol untuk kami jadikan minyak wangi, karena ia lebih harum, harumnya minyak wangi.”

Di kisahkan oleh Abu Juhaif ra: “Suatu hari aku melihat Rasulullah berjalan dan di belakangnnya berjalan pula seorang wanita. Kemudian orang-orang yang melihat beliau langsung mendekat dan mencium tangan beliau. Aku pun melakukan hal yang sama. Pada waktu tangan beliau kupegang aku merasakan tangan tersebut sangat dingin, dan ketika aku cium tangan beliau ternyata baunya sangat harum, lebih harum daripada minyak misik.”

Tidak hanya keringat dan tubuhnya, ludah dan dahak Rasul pun menurut sumber riwayat, berbau harum. Hingga apa yang ada pada tubuh Rasul seperti pabrik minyak wangi yang berjalan .

Sampai kapanpun tidak akan ditemui lagi manusia yang mempunyai keharuman seperti Rasul bahkan minyak wangi pun tidak harum seperti baunya Rasul yang ada paling paling bertahan satu dua hari, tetapi tidak dengan keringat Rasulullah .



Begitulah keistimewaan yang ada pada diri Rasul yang dapat menjadi salah satu bentuk mukjizat yang beliau miliki sebagai bukti kebenaran hujah  beliau melalui keharumannya pun diakui oleh musuh-musuh beliau.

Baca Juga :   Andai Tiada Ulama Ini, Mungkin Imam Syafi’i Menjadi Penyair Gelandangan

sumber:jalansirah.com