Bagaimana Cara Menambah Keimanan Melalui Al-Qur’an?

Barangkali ada seseorang yang berkata, “Aku telah banyak membaca Al-qur’an, tetapi aku tidak merasakan perubahan dan nikmatnya keimanan yang aku peroleh darinya.”
Ya, hal ini bisa terjadi karena pembacaan Al-Qur’an yang kita lakukan hanya ditujukan untuk mendapatkan kadar kebaikan sebesar mungkin, tanpa adanya pemahaman makna dan interaksi dengan Alquran. Padahal tujuan utama dari membaca Al-qur’an adalah untuk mengubah presepsi dan maksud agar dapat mengambil manfaat dari kemukjizatan al-Qur’an serta menambah keimanan melaluinya.
Tujuan ini merupakan satu hal yang membutuhkan kegigihan, kesabaran, dan ketekunan, terlebihb lagi bagi para pemula. Sekadar mengingatkan, bahwa cara yang telah disebutkan diatas ( yaitu dengan memahami makna dan ber interaksi dengan Alquran ) tidak akan menghalangi orang yang melakukannya untuk mendapatkan pahala. Bahkan dengan izin Allah, pahala yang didapatkannya akan berlipat ganda.



Untuk mempersingkat waktu, mempercepat perjalanan agar masuk kedalam daerah pengaruh al-Qur’an dan merasakan nikmatnya keimanan, maka kita hrus kembali mengingat bahwa bertambahnya iman diartikan sebagai gerak hati dan proses interaksi perasaan dengan bacaan. Tanpa hal tersebut, kita tak akan bisa mewujudkan apa yang kita inginkan.
Artinya, jika pembacaan yang kita lakukan tidak disertai dengan pemahaman, penghayatan, dan proses interaksi dengan Alquran , maka bacaan itu tidak akan bisa menambah kadar keimanan, walaupun kita telah mengkhatamkan al-Qur’an beribu ribu kali.
Disaat yang sama pembacaaan yang disertai dengan pemahaman dan penghayatan secara akal, tetapi tidak diikuti dengan proses interaksi dan gerak hati, bacaan ini juga tidak akan bisa menambah kadar keimanan. Jika kita menginginkan tambahnya keimanan dan membangun dasar-dasarnya dalam hati maka tidak ada alternatif lai kecuali dengan mempertajam kepekaan dan berinteraksi dengan bacaan secara intensif.
Maksudnya bahwa tujuan yang kita inginkan melalui rutinitas pertemuan kita bersama Al-Qur’an adalah mendapat rasa kepekaan. Secara otomatis, kepekaan tersebut tidak akan terwujud kecuali dengan pemahaman dan tadabbur (penhayatan).



Dengan demikian setiap kali bertemu dengan al-Qur’an seharusnya slogan yang kita pakai adalah untuk memahami apa yang kita baca dan berusaha untuk merasakan pengaruh darinya.
Ibnu Mas’ud pernah berkata “ Janganlah kalian mempercepat bacaan al-Quran tanpa adanya tadabbur seperti membaca syair. Janganlah kalian melagukan al-Quran tanpa aturan, sepertinkurma basah dan buruk yang berjatuhan saat pelepahnya digoyangkan. Berusahalah untuk menemukan keajaibannya, gerakanlah hati kalian dengannya, dan jangan sampai perhatian kalian hanya tertuju pada akhir suara saja (karena ingin cepat selesai dari bacaan).
Power Of The Qur’an

Baca Juga :   Ketika Jin Nashibin Datang pada Nabi Meminta Bekal Makanan

Sumber : jejakimani.com