BEGINILAH BANGSA ISRAEL MENDIDIK ANAKNYA (2)

Israel memiliki program wajib belajar bagi anak-anak berumur antara tiga sampai dengan delapan belas tahun. Tahapan-tahapan sekolah dibagi menjadi tiga tahap: sekolah dasar (tingkat 1-6), sekolah menengah pertama (tingkat 7-9), dan sekolah menengah atas (tingkat 10-12). Tahapan sekolah berakhir dengan ujian akhir nasional (UAN) yang disebut Bagrut. Mata pelajaran utama yang diujikan dalam bagrut (UAN) meliputi: matematika, Alkitab Ibrani, Bahasa Ibrani, Literatur Ibrani dan Umum, Bahasa Inggris, Sejarah, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Sebagai tanda kelulusan siswa mendapatkan sertifikat Bagrut. Pada sekolah-sekolah Arab, Kristen, dan Druze, untuk ujian kajian Alkitab Ibrani digantikan dengan ujian Mata Pelajaran Islam, Kristen, ataupun Druze. Pada tahun 2003, lebih dari separuh murid tingkat 12 Israel mendapatkan sertifikat ini.



Menurut Webometrics (2012), yakni sebuah situs yang melakukan pemeringkatan universitas-universitas di seluruh dunia berdasarkan parameter digital, melaporkan bahwa Israel adalah satu-satunya negara Timur Tengah yang masuk ke peringkat 200 terbaik di dunia. Universitas Ibrani Yerusalem berada pada peringkat ke-121 dan Universitas Tel Aviv di posisi ke-166. (Bandingkan dengan UGM yang berada pada posisi 379, UI peringkat 507, ITB peringkat 568, UNS peringkat 883 dan UNY peringkat 1854.

Israel dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki rasio tingkat pendidikan tertinggi di dunia. Setiap 10.000 penduduk terdapat 135 penyandang gelar doktor (Ph.D) dalam berbagai disiplin ilmu, seperti ahli mesin, pertanian, persenjataan dan peneliti sehingga wajar kalau pada saat ini memiliki lebih dari 3500 perusahaan berteknologi tinggi. Hampir 90 persen rumah di Israel menggunakan air panas menggunakan panel tenaga surya. Karena Israel secara rutin mengalami kekurangan air, negeri ini memiliki industri teknologi air sangat maju di dunia dalam tekniklogi konservasi air dan daur ulang air. Dalam hal produk domestik bruto, ekonomi negara ini menduduki peringkat ke-44 di dunia.

Namun demikian orang Yahudi mempunyai kekompakan yang sangat hebat, salah satunya adalah bicara dengan bahasa yang sama yaitu bahasa Ibrani. Setiap bayi yang lahir dari seorang ibu Yahudi maka kedua orang tuanya mempunyai tanggung jawab moral dan harus memastikan bahwa anaknya kelak bisa berbahasa Ibrani.



Semenjak dini, anak-anak Yahudi sudah di wajibkan untuk bisa berbicara dengan menggunakan bahasa Ibrani. Karena dengan bahasa itulah mereka dipersatukan, meskipun mereka berpencar di penjuru dunia. (Bandingkan dengan bahasa persatuan kita). Hal ini berbeda dengan negara-negara Arab yang populasinya jauh lebih banyak. Sejumlah negara Arab sudah tidak lagi menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa utamanya. Mesir misalnya, negeri ini cenderung menggunakan bahasa Perancis dari pada bahasa Arab.

Sejak kecil, kepada anak-anak Israel ditanamkan bahwa bangsa mereka kelak menjadi bangsa yang besar dan berkuasa. Hal demikian tercermin dalam lagu kebangsaan mereka yang berjudul “HaTikvah” yang berarti harapan (Hope). Lagu ini selain wajib dihafalkan oleh setiap warga (Bandingkan dengan lagu Indonesia Raya) juga biasa dinyanyikan di setiap sekolah dan perkantoran. Dengan lagu tersebut diharapkan orang Israel mempunyai gambaran bahwa nantinya mereka akan menjadi negara yang lebih besar daripada sekarang

Ambil saja lima contoh nama-nama orang berikut ini: Mark Zuckerberg penemu facebook, Bill Gate pendiri Microssoft, Larry Page penemu Google, Andrew Grove penemu intel,



Dalam tulisan Manuel Trajtenberg, seorang ekonom Israel yang diterbitkan Haaretz, setiap orang Yahudi dituntut belajar membaca dan menulis setelah kehancuran Yerusalem pada 70 Masehi. Mereka dituntut memiliki ilmu pengetahuan agar dapat berasimilasi. Dengan kebutuhan itu, orang-orang Yahudi memiliki keterampilan yang penting untuk pembangunan ekonomi mereka. Dari waktu pembuangan Babilonia, pada abad keenam sampai pada 70 Masehi, Yudaisme berdiri di atas dua pilar utama: ritual di kuil dan membaca Taurat

Kewajiban setiap orang Yahudi membaca dan mempelajari Taurat merupakan dasar dari keberadaan orang-orang Yahudi pada saat itu. Untuk memastikan kontinuitas, setiap orang ditugasi untuk mengajari membaca dan menulis anak-anak sejak usia muda.

Sumber : ajaibdananeh.blogspot.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.