Ketika Siti Zulaikha Digunjing Oleh Wanita Kota Karena Menyukai Yusuf

Congkop.xyz Ketampanan Yusuf membuat semua wanita terpesona. Bahkan tidak terkecuali Zulaikha, istri al-Azis. Waktu terus bergutir dan peristiwa terburuk yang pernah di alami oleh Yusuf sebagai seorang budak yang di fitnah oleh istri al-Aziz pun sudah hampir terkubur.


Tetapi, meskipun berpagar dan dijaga, dengan banyak pelayan yang keluar masuk istana. Karenanya, peristiwa yang terjadi di datam istana mustahil dapat disembunyikan. Terlebih, kebiasaan para wanita istana yang selalu memperbincangkan kejadian di sekitar mereka. Dan, kejadian itu akan menjadi topik utama dalam setiap perkumpulan yang mereka adakan.

Allah berfirman, “Perempuan-perempuan di kota berkata, `Istri al-Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata,” (QS. Yusuf [12]: 30).

Allah menyebutkan bahwa para wanita yang tinggal di kota selalu membicarakan aib Zulaikha. Karena cintanya kepada pemuda yang selama ini dirawatnya. Para wanita itu tidak lain adalah istri dan putri para menteri serta petinggi istana. Menurut mereka, hal itu sangat tidak masuk akal. Sebab, hubungan antara keduanya adalah seperti majikan dan pembantu. Karenanya, hat tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang wanita setingkat Zulaikha. Mereka menyamakannya dengan sebuah kezhaliman karena istri al-Aziz itu tidak meletakkan sesuatu pada tempatnya.

Ucapan itu bermakna bahwa para wanita istana telah merendahkan dan menganggap Zulaikha sebagai wanita yang telah berbuat penyimpangan. Bahkan, mereka menuduhnya telah metakukan perbuatan yang mematikan dan merendahkan martabat mereka, karena mencintai pemuda yang telah dirawatnya.


Mendengar tuduhan tersebut, Zutaikha merasa terhina. Dia pun hendak membuktikan bahwa pemuda yang menjerat hatinya bukanlah pemuda biasa. Karena itu, Zulaikha mengundang para wanita terpandang ke istananya dan menjamu mereka. Sebuah perjamuan yang biasa ditakukan para wanita terhormat saat itu. Para wanita yang pekerjaannya hanyalah duduk-duduk di atas bantal empuk dan permadani tebat.


Namun saat perjamuan, Zulaikha memberi setiap tamunya pisau yang biasa mereka gunakan untuk memotong daging atau mengupas buah-buahan. Kemudian, Zulaikha menghadirkan Yusuf pada perjamuan itu. Yusuf yang kata itu telah berpakaian rapi dan mewah, diminta istri al-Aziz untuk keluar dan sekadar lewat di tengah-tengah mereka.

Lalu, Yusuf pun berjalan di antara mereka. Lantas, apakah yang terjadi?

“Ketika wanita-wanita itu melihatnya, mereka terpesona kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri,” (Qs. Yusuf [14] : 31).

Spontan, para wanita yang diundang Zulaikha terkesima. Mereka tercengang dengan ketampanan Yusuf. Para wanita itu tidak pernah mengira ada manusia serupawan dia. Ketampanan Yusuf begitu menyihir perhatian mereka. Akibatnya, tanpa sadar mereka telah metukai Langan mereka sendiri dengan pisau yang mereka pegang, tanpa merasakan sakit sedikit pun.

Tatkata mereka tersadar, Zulaikha berujar, “Kalian baru melihatnya sekali ini saja, tetapi apa yang terjadi pada kalian? Sementara aku bertemu dengannya setiap hari. Latu, bagaimana aku bisa menguasai diriku?”

Mengenai peristiwa ini Allah berfirman, “Seraya berkata, Maha Sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia,”‘ (Qs. Yusuf [12]: 31)

Lalu, mereka berkata, “Zulaikha, sekarang kamu tidak layak dihina karena kami telah melihatnya sendiri.”

Mendengar pernyataan para tamunya itu, Zulaikha merasa martabatnya terangkat kembali di kalangan para wanita terpandang tersebut. Sebab, mereka menyaksikan sendiri betapa sangat tampannya Yusuf. Lalu, di hadapan para wanita itu, tanpa malu Zulaikha berkata, “Yusuf berada dalam genggamanku. Dan, aku berkuasa untuk mengendalikan pemuda tampan itu. Itulah orangnya yang menyebabkan kalian mencelaku karena aku tertarik kepadanya. Sekarang, lihatlah diri kalian setelah melihatnya,” ujar Zulaikha kembali.

Istri al-Aziz itu berkata, “Sungguh, aku telah menggoda untuk menaktukkan dirinya, tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan, dia akan dipenjarakan, dan dia akan menjadi orang yang hina.”

Sekali lagi, Zulaikha berseru tanpa malu di hadapan para tamu undangannya bahwa Yusuf harus memilih. Pemuda itu harus memilih antara mengikuti perintah majikan ataukah penjara. Akhirnya, Yusuf memilih penjara daripada harus mengikuti perintah istri al-Aziz itu. Setelah memilih, Yusuf pun dimasukkan ke dalam sel untuk batas waktu tertentu.

Kemudian, mayoritas wanita terhormat itu menyarankan Yusuf agar menaati majikannya. Namun, Yusuf tetap menolak ajakan Zulaikha sebab beliau adalah keturunan para nabi. Lalu, beliau berdoa dan memohon kepada Allah , “Wahai Rabbku, masuk penjara sebagaimana ancaman wanita ini lebih aku sukai daripada memenuhi ajakannya kepada kemaksiatan. Jika Engkau tidak menghindarkanku dari tipu daya mereka, niscaya aku cenderung dan memenuhi keinginan mereka. Pada saat demikian, tentu aku menjadi golongan orang yang bodoh dan dungu.”

Dan, Allah mengabulkan doa Yusuf dalam firman-Nya berikut. “Maka Rabb memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui,” (QS. Yusuf [12]: 34).

sumber:jalansirah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.