4 Kepanikan pada Malam Pertama Yang Membuat Fatal

Congkop.xyz SEMUA orang tentu saja menginginkan momen spesial ini menjadi cerita indah dan mengesankan. Tapi, seringkali mereka melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak disadari karena belum pernah melakukannya. Berikut 4 Kesalahan yang sering dilakukan Pengantin baru di malam pertama:

1. Terlalu tegang

Rasa tegang sering kali menghinggapi pengantin baru takut melakukan kesalahan dan ditambah cerita-cerita miring tentang jima malam pertama yang banyak didengar ditambah rasa cemas akan terasa sakit dan pasangan tidak puas. Wah jadi tambah tegang jadinya.



Ketegangan ini akan mengurangi keromantisan dan kesakralan malam pertama sebab rasa tegang menyebakan otot-otot pinggul wanita menjadi kaku. Hal inilah penyebab kenapa sebagian wanita merasa sakit ketika penetrasi.

Penetrasi sendiri seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit jika organ intim telah terlumbrikasi dengan baik. Maka dari itu, Anda berdua disarankan untuk tetap rileks dan menikmati kebersamaan dengan pilihan hati yang halal terlebih dahulu.

Pun bersikap lemah-lembut juga akan membuat pasangan lebih nyaman, sehingga tercipta sebuah suasana romantis. Hal ini bisa dilihat dalam sebuah hadist yang ada di bawah ini.

Dalam sebuat riwayat yang derasal dari Ahmad didalam al Musnad dari Asma binti Yazid bin as Sakan berkata,

”Aku pernah merias Aisyah untuk Rasulullah saw lalu aku mendatangi beliau saw dan mengajaknya untuk melihat kecantikan Aisyah. Beliau saw pun mendatanginya dengan membawa segelas susu lalu beliau meminumnya dan memberikannya kepada Aisyah maka Aisyah pun menundukkan kepalanya karena malu. Asma berkata, ”Maka aku menegurnya.” Dan aku katakan kepadanya, ”Ambillah (minuman itu) dari tangan Nabi saw.” Asma berkata, ”Maka Aisyah pun mengambilnya lalu meminumnya sedikit.”
2. Takut tidak berdarah
Kabar yang sering beredar di masyarakat kalau masih perawan pasti berdarah saat penetrasi pada malam pertama. Percayakah Anda?

Mengeluarkan darah atau tidak, tidak menentukan pasangan masih perawan atau tidak. Sebagian wanita memiliki selaput dara yang elastis sehingga tidak mengeluarkan darah ketika penetrasi di malam pertama.

Baca Juga :   Manusia Mengapa Bisa Sesat, Karena Ditipu Dengan 10 Hal Ini Oleh Jin.

Sebagai seorang beragama yang terpenting adalah pasangan yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita merupakan yang terbaik untuk kita.

Jadi, jika ukurannya darah pertama kalinya, maka ini tidak bisa jadi patokan sama sekali. Hal ini tidak membolehkan suami mencurigai istrinya karena telah melakukan hubungan dengan seseorang sebelumnya.

Bisa saja, selaput darah seorang perempuan sudah pecah akibat kecelakaan selama masa kanak-kanak. Meski begitu, menurut ulama terkenal Salman Al-Oudah, “Kegagalan berdarah pada malam pertama bukanlah tanda kehilangan keperawanan, juga tidak diakui seperti itu dalam hukum Islam.”
Ulama Muslim lainnya juga tegas memperingatkan pengantin baru suami agar tidak terpengaruh oleh bisikan setan setan soal kesucian pengantin mereka.
Biasanya, penyebab kecurigaan tak berdasar mereka tentang kesucian istri-istri mereka adalah salah satu dari dua hal ini:

– Tidak adanya perdarahan pada vagina,

– Tidak merasakan adanya perobekan hymen pada hubungan yang pertama kalinya.

Untuk kedua kasus ini, ulama Islam jelas memutuskan mendukung pihak istri, dan secara tegas mengklaim bahwa dua tanda fisik ini tidak cukup dijadikan alasan untuk meragukan kesucian dirinya.
Yang perlu Anda yakini adalah bahwa Anda harus yakin siapa istri Anda, seperti Anda yakin terhadap diri Anda sendiri. Allah tahu yang terbaik.

3. Langsung tidur

Kebanyakan wanita akan mengenang momen spesial malam pertama sebagai saat yang romantis dan sakral sebagai indahnya malam pertama pengantin. Akan tetapi, para pria biasanya langsung tidur setelah jima’. Ada baiknya melakukan penutup yang romantis dan hangat setelah jima’ meskipun sebentar. Hal yang bisa dilakukan seperti mengobrol, memeluk, membelai, atau mencium kening istri dengan tujuan agar istri tidak merasa dicampakkan saja dan merasa membutuhkan dia untuk urusan ranjang, meskipun tidak seperti itu kenyataannya.

Baca Juga :   Wahai Istri, Hindari Chatting Tak Penting Dengan Lelaki Lain. Karena Itu Sangat Berbahaya

4. Tanpa pendahuluan

Pengantin baru sering terburu-buru untuk merasakan nikmatnya malam pertama sehingga sering melewatkan pendahuluan dalam berjima’. Hal ini bisa membuat keduanya merasa kelelahan dan tidak mendapatkan kenikmatan.

Apabila suami memang sudah tidak sabar, ada baiknya membimbing istri melakukan pendahuluan terlebih dahulu seperti berdoa, berciuman mesra, berpelukan, atau berkata mesra. Dengan pendahuluan jima’ menjadi nyaman dan tidak merasa tegang sehingga tidak sampai terasa sakit.

“Janganlah salah seorang dari kalian berhubungan dengan istrinya seperti binatang ternak mendatangi pasangannya. Tetapi hendaklah ada ar rasuul antara keduanya.” Ditanyakan kepada beliau, “Apakah ar rasuul itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ciuman dan kalimat-kalimat obrolan (mesra),” (HR. Ad Dailami).

sumber:islampos.co