Hadits Nabi Telah Menjelaskan Tentang Kabar Gembira pada Khilafah Bani Abbas

Congkop.xyz Ibnu Asakir dalam kitabnya Tarikh Dimasyq berkata, Abdullah bin Abbas meriwayatkan dari ayahnya bahwa Rasulullah bersabda, “Ya Allah, tolonglah Abbas dan anak Abbas.” Doa ini dikatakan tiga kali berturut-turut.

Rasulullah bersabda, “Wahai pamanku, tidak kah engkau merasa bahwa Al-Mandi adalah keturunanmu dan dia akan mendapat taufik dan ridha.”



Namun perlu diketahui bahwa Al-Kudaimi (salah seorang perawi hadits ini) adalah seorang pemalsu hadits. Ibnu Sa’ad berkata dalam Ath-Thabaqat: Telah berkata kepada Kami Muhammad bin Umar, Umar bin Uqbah Al-Laitsi berkata kepada kami dari Syu’bah mantan budak Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbasdia berkata, Al-Ab bas bin Abdul Muthalib diutus kepada Bani Abdul Muththalib, kemudian dia mengumpulkan mereka dirumahnya.

Karena Ali bin Abi Thalib memiliki posisi paling mulia bagi dirinya dibanding yang lain, Al-Abbas berkata kepadanya, “Wahai anak saudaraku, sesungguhnya saya telah melihat sebuah mimpi dimana aku tidak akan mengambil kesimpulan apa pun sebelum aku minta pendapatmu.”

Ali berkata, “Apa itu wahai pamanku?”

Al-Abbas berkata, “Pergilah engkau kepada Rasulullah dan tanyakan kepadanya akan berada di tangan siapa pemerintahan Islam ini setelah dia wafat. Jika itu beradadi tangan kami, maka kami tidak akan menyerahkannya kepada orang lain sepanjang di bumi ini masih ada jalan, dan jika berada di tangan selain kami, kami tidak akan menuntutnya untuk selamanya.”

Ali berkata, “Wahai pamanku! Tidakkah pemerintahan ini akan berada di tanganmu? Dan adakah seseorang yang akan menentangmu dalam masalah ini?”

Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus berkata, Abu Manshur bin Khairun meriwayatkan dari Anas bin bin Malik, “Jika Allah berkehendak menciptakan makhluk yang di tangannya akan ada khilafah maka Dia akan memegang ubun-ubunnya dengan tangan kanannya.”

Masarrah (salah seorang perawi hadits ini) adalah seorang yang haditsnya tidak dianggap dan dia adalah seorang yang matruk (periwayatan-nya tidak diambil) di kalangan ahli had itu. Namun ada riwayat yang disebutkan oleh Ad-Dailami melalui tiga jalur, dari Abu Dzi’b, dari Saleh mantan budak at-Taw’amah, dari Abu Hurairah dengan sanad marfu’ Al-Hakim juga meriwayatkan di dalam Al-Mustadrak dari hadits Ibnu Abbas.

sumber:jalansirah.com