Ketika Nabi Muhammad SAW Naik Ke Langit Pertama.

Congkop.xyz Isra Mi’raj adalah peristiwa penting dalam sejarah umat Islam. Peristiwa ini sulit dicerna oleh akal manusia, tapi ini merupakan peristiwa yang wajib diyakini kebenarannya. Peristiwa ini terjadi atas kehendak dan Kuasa Allah pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Peristiwa Isra Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah dari Mekkah menuju Baitul Maqdis lalu dilanjutkan dengan dinaikkannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ke langit ke tujuh. Dalam perjalanannya ini, Rasulullah ditemani oleh Malaikat Jibril.

Sebelum sampai ke langit ke tujuh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam beserta dengan malaikat jibril, Singgah di langit ke satu hingga langit ke enam sebelum akhirnya ke langit ke tujuh.
Ini peristiwa yang terjadi di langit ke satu, Ibnu Abbas r.a. mengatakan dalam penjelasannya dalan hadits, bahwa Rasulullah sahalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jibril membawaku ke langitnya dunia dalam waktu yang sangat cepat melebihi cepatnya kedipan mata, sedangkan jarak antara langit dan bumi adalah 500 tahun perjalanan. Adapun ketebalan langitnya juga seperti itu. Maka, diketuklah pintu langit itu, lalu penghuni langit mengatakan, ‘Siapa ini?’


Maka Jibril menjawab, ‘Aku Jibril.’

Mereka (penghuni langit) berkata lagi, ‘Siapa yang bersama kamu?’

Jibril menjawab, ‘Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.’’

Lalu mereka berkata, ‘Bawalah ke dalam?’

Jibril menjawab, ‘Iya.’

Mereka berkata,”Selamat datang atas kalian berdua, sungguh sebaik-baik kedatangan adalah kedatangan kalian berdua.’ Lalu mereka membukakan pintu bagi kami dan kami memasukinya. Ketika itu terlihat olehku langit itu terdiri dari asap atau yang biasa disebut Ar-Rafii’ah. Di dalamnya tidak terdapat jejak kaki sedikit pun, melainkan yang ada hanya para malaikat yang sedang ruku dan bersujud. Aku pun melihat di dalamnya ada dua sungai yang besar. Lalu aku bertanya, ‘Keduanya ini sungai apa, wahai Jibril?’

Baca Juga :   Orang Tua Tidak Jadi Masuk Surga Karena Anak, Ini Sebabnya

Jibril menjawab, ‘Ini sungai Nil dan ini sungai Efrat, keduanya adalah berasal dari surga. Sedangkan di sungai bagian lain terdapat istana yang berlapiskan mutiara dan batu berwarna kebiru-biruan. Lalu aku celupkan tanganku ke sungai itu dan tenyata ia beraromakan minyak misik yang sangat menyengat. Lalu aku bertanya, ‘Sungai apa ini?’

Maka Jibril menjawab, ‘Ini adalah sungai Kautsar yang telah Allah siapkan bagimu.’

Ketika aku melihat-lihat, tiba-tiba ada malaikat yang besar sekali ukurannya, ia mengendarai kuda yang berasal dari cahaya dan berbusana cahaya. Malaikat yang besar itu dikelilingi oleh 70 ribu malaikat yang berbusanakan berbagai busana dan perhiasan, masing-masing mereka memegang tombak yang terbuat dari cahaya, dan mereka itulah yang disebut sebagai jundullah (tentara Allah). Maka bila ada salah seorang makhluk di muka bumi yang bermaksiat kepada Allah mereka memanggil-manggil, bahwa Allah telah marah terhadap fulan bin fulan sehingga mereka ikut marah kepada fulan itu. Tapi apabila ada salah seorang hamba yang meminta ampunan dan bertobat, mereka memanggil-manggil, ‘Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap fulan bin fulan sehingga mereka ikut ridha pada si fulan tersebut.’


Aku berkata, ‘Wahai saudaraku Jibril, siapakah malaikat yang amat besar itu?’

Jibril menjawab, ‘Ini itu malaikat Isma’il penjaga kunci langit dunia. Mendekat dan ucapkanlah salam kepadanya.’ Maka aku mendekat dan mengucapkan salam kepadanya. Lalu ia menjawab salamku dan memberikan ucapan selamat kepadaku atas kemurahan dari Tuhanku Yang Mahaagung lagi Mahabesar. Ia juga mengatakan, ‘Bergembiralah, wahai Muhammad, sesungguhnya kebaikan itu ada padamu dan pada umatmu hingga hari kiamat. Maka aku ungkapkan pada Tuhanku puji dan syukur.’

Baca Juga :   Inilah Obat Mujarab Untuk Mandul (Sulit Mempunyai Keturunan) di Dalam al-Qur’an

Kemudian aku melangkah maju ke hadapannya, tiba-tiba aku berhadapan dengan malaikat yang setengah badannya berupa salju dan setengahnya lagi berupa api. Kedua unsur ini tidak saling memengaruhi karena apinya itu tidak bisa melelehkan salju, begitu pula saljunya itu tidak bisa memadamkan api. Selain itu ia memiliki seribu kepala. Di masing-masing kepalanya terdapat seribu wajah, dan di masing-masing wajahnya tersebut terdapat seribu mulut, selanjutnya di masing-masing mulut itu terdapat seribu lisan yang selalu bertasbih kepada Allah dengan seribu bahasa yang masing-masing berbeda satu sama lain. Di antara bunyi tasbihnya itu adalah ucapan, ‘Subhaana man “allafa bainats-tsalji wan-naari, yaa man ‘allafta bainats-tsaiji wan-naaari ‘allif baitta quIlubi ‘ibaadikal-mu’minin (Mahasuci Zat yang menyatukan antara salju dan api, wahai Zat yang telah menyatukan antara salju dan api, satukanlah antara hati-hati para hamba-hamba- Mu yangberiman).’ Para malaikat itu pun mengatakan,aamiin.’

Maka aku berkata, ‘Siapa ini, wahai saudaraku Jibril?’

Jibril menjawab, ‘Ini adalah malaikat yang ditugaskan menjaga langit. Ia adalah malaikat yang paling senang memberi nasihat terhadap bani Adam.’ K

emudian malaikat itu berbaris membentuk suatu barisan, selanjutnya Jibril membawaku ke depan sehingga aku shalat dua rakaat lillahi ta’ala. Selanjutnya kami menanjak menuju langit yang kedua dalam waktu yang sangat cepat melebihi kedipan mata.”

sumber:jalansirah.com