Tsabit al-Banani RA, seorang sufi, berkata, “Ampunan Terletak dalam Sepuluh Persoalan: Sembilan Terdapat dalam Sikap Diam dan Satunya Adalah Lari dari Manusia (Uzlah).

Allah swt sangat cinta kepada orang yang bekerja. Sebagaimana diriwayatkan Thabrani dalam Al-Kabir, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Allah mencintai setiap Mukmin yang bekerja untuk keluarganya dan tidak menyukai Mukmin pengangguran, baik untuk pekerjaan dunia maupun akhirat.”

Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Siapa mencari dunia secara halal, membanting tulang demi keluarga dan cinta tetangga, maka pada hari kiamat Allah akan membangkitkannya dengan wajah berbinar layak rembulan bulan purnama.” (Kitab al-Ittihaf, 5/414).


Islam pun sangat menentang sikap meminta-minta. Jabir bin Abdullah meriwayatkan, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang membuka pintu meminta-minta, maka Allah pasti akan membuka pintu kefakiran. Sedangkan siapa yang ber-‘iffah (menjaga kehormatan diri, tidak meminta-minta), Allah akan menjaganya. Siapa yang mohon kecukupan kepada Allah, dia akan dicukupkan. Seseorang yang membawa tali ke lembah untuk mencari kayu, kemudian membawanya ke pasar untuk dibelikan satu mud kurma, lebih baik baginya daripada meminta-minta, baik diberi atau tidak.” (Lihat, Musnad Ahmad, 2/418, Majma’ al-Zawa’id, 3/95).

Meski demikian, Islam di sisi lain mencela orang yang mengabaikan peminta-minta.

Tsabit al-Banani RA, seorang sufi, berkata, “Telah sampai kepadaku kabar, bahwa ampunan terletak dalam sepuluh persoalan: sembilan terdapat dalam sikap diam dan satunya adalah lari dari manusia (uzlah). Ibadah ada sepuluh: sembilan di antaranya dalam mencari penghidupan (bekerja) dan satunya dalam ritual.”

sumber:jalansirah.com