Kisah Berhala yang Dikencingi Anjing.

Congkop.xyz Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dengan riwayat Hasan, “Dan setan selalu membisikkan sesuatu kepada manusia untuk memalingkan mereka (masyarakat Arab) dari Islam. Bahkan, ia memasukkan kata-kata syirik ke dalam kalimat talbiyah mereka seperti ini, ‘Aku memenuhi partggilanmu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, kecuali seorang sekutu-Mu. Di mana Engkau memilikinya dan apa yang ia miliki.’ Ia akan terus menggoda mereka sampai mereka keluar dari Islam dan berada dalam kemusyrikan.”

Dikisahkan pada zaman Jahiliyah Sa’id ibn Abdillah memahat sendiri patung berhala yang akan disembahnya.



Bila pekerjaannya selesai, ia menghirupkan susu kental ke hidung patung itu, kemudian menyiramkannya padanya. Beberapa saat kemudian, seekor anjing datang menghampiri patung itu dan menjilatinya. Ironisnya, sesudah itu anjing tersebut mengangkat satu kakinya dan mengencingi berhala tersebut.

Anekdot lain terjadi pada Bani Hanifah. Pada zaman Jahiliyah, kaum ini membuat patung-patung berhala mereka dari tepung terigu. Penyembahan mereka terhadap patung-patung berhala dari tepung ini berlangsung selama berabad-abad. Syandan, ketika mereka diterpa bencana kelaparan (paceklik), patung-patung sembahan itu pun mereka makan sendiri. Melihat hal itu, seorang penyair dari Bani Tamim berkata dalam sebuah syairnya:

“Bani Hanifah telah memakan tuhannya sendiri, saat bencana kelaparan menimpa mereka.”

“Bani Hanifah memakan tuhan mereka bila pateklik dan kelaparan melanda mereka memakannya tanpa takut akan terjadi malapetaka di tengah-tengah mereka.”

Kisah-kisah lain yang telah tersebar luas adalah kisah seorang penyair Jahiliyah yang justru menyenandungkan bait-bait syairnya ketika melihat dua ekor serigala mengencingi berhalanya, kisah Umar ibn Khattab yang pemah memakan berhalanya yang terbuat dari kurma yang dihaluskan ketika lapar, dan sebagainya.

Baca Juga :   Pengen Putus Tapi Masih Sayang.

sumber:jalansirah.com