Dialog Rosulullah Malaikat Jibril dan Penghuni Langit Kedua

Congkop.xyz Sebelum menuju langit ke dua, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam singgah di langit pertama.

Jibril mengetuk pintunya, selanjutnya mereka (penghuni langit kedua) berkata, “Siapa ini?”

Jibril menjawab, “Saya Jibril.”

Mereka berkata lagi, “Siapa yang bersama kamu?”

Jibril menjawab, “Muhammad.”

Lalu mereka berkata, “Bawalah ke dalam.”

Jibril menjawab, “Ya.”



Mereka berkata,”Selamat datang atas kedatanganmu dan kedatangan orang yang bersama kamu.” Lalu mereka membukakan pintu bagi kami dan kami pun masuk. Ketika itu terlihat olehku langit yang terdiri dari besi, yang tidak ada penyambung dan pemisah di dalamnya. Langit itu biasa disebut dengan ‘al-Maa’uun’. Di dalamnya aku melihat para malaikat yang sedang mengendarai kuda yang indah dengan memanggul pedang-pedang sedang di tangan mereka ada tombak. Maka aku mengatakan, “Siapa mereka itu, wahai Jibril?”

Jibril menjawab, “Mereka itu adalah tentaranya malaikat, Allah telah menciptakan mereka untuk membela Islam hingga hari Kiamat.”

Aku juga telah melihat di dalamnya dua pemuda yang wajahnya mirip. Maka, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam. berkata, “Siapa keduanya ini, wahai Jibril?”

Jibril menjawab, “Salah satunya adalah Yahya bin Zakaria a.s. dan yang lainnya adalah Isa bin Maryam a.s. Mendekatlah engkau dan ucapkanlah salam kepada keduanya.”

Aku pun mendekati keduanya dan kuucapkan salam kepada keduanya hingga keduanya menjawab salamku.

Adapun Isa a.s. rambutnya terbelah dua, wajahnya tampan, kulitnya putih agak kemerah-merahan. Adapun Yahya a.s., aku melihat kekhusyuan di wajahnya. Selanjutnya aku mengucapkan salam kepadanya, lalu ia menjawab salamku dan mengucapkan selamat kepadaku atas kemuliaan dari Tuhanku.

Ia juga mengatakan, “Bergembiralah, wahai Muhammad, sesungguhnya kebaikan itu ada padamu dan pada umatmu hingga hari Kiamat.”

Aku ungkapkan pada Tuhanku puji dan syukur. Kemudian Jibril a.s. menyuruhku ke depan dan aku pun shalat dua rakaat bersama mereka berdua berdasarkan syariat agama Ibrahim khalilullah a.s. Kemudian kami menanjak menuju langit yang ketiga dalam waktu yang sangat cepat melebihi kedipan mata. Sedangkan jarak antara langit ketiga dan langit kedua adalah 500 tahun perjalanan dan adapun ketebalan langitnya juga seperti itu.

sumber:jalansirah.com