Ketika Jin Nashibin Datang pada Nabi Meminta Bekal Makanan

Congkop.xyz Abdullah Ibn Abbas menceritakan, “Pada saat itu, aku memandang sekumpulan mereka yang berdiri melingkar.”

Kemudian, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam beranjak sampai menghilang dari pandangan Ibnu Mas’ud. Dan ia tak melihat lagi beliau sampai waktu sahur. Rupanya, sejak beliau pergi, Ibnu Mascild tetap berdiri.

Ketika melihatnya, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bertanya, “Engkau masih berdiri?”

Ia menjawab, “Engkau menyuruh kami untuk berhenti di sini. Makanya, aku pun tak beranjak sampai melihatmu lagi.”

Beliau bertanya, “Apakah engkau melihat sesuatu?”

“Aku melihat wujud kehitaman dan kerumunan. Aku juga mendengar suara yang sangat gaduh.”



Beliau lalu menceritakan kejadian itu, “Mereka adalah jin Nashibin yang datang kepadaku untuk mengadukan perkara yang terjadi di tengah mereka:’

Saat fajar tiba, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bertanya, “Apakah kalian punya wudhu untuk shalat?”

Ibnu Masud menjawab, “Aku memiliki wadah yang berisi minuman anggur.”

Beliau berkata, “Itu minuman yang baik sekaligus air yang suci. Tuangkanlah kepadaku.”

Ibnu Mas’ud melanjutkan, “Aku pun melakukannya.”

Tak lama kemudian datanglah dua orang sahabat lalu ditanya oleh Nabi Shalallahu alaihi wasallam, “Apakah aku tidak memenuhi kebutuhan kalian berdua?”

Mereka menjawab, “Tentu, namun kami lebih suka jika salah seorang dari kami shalat bersamamu.”

Baca Juga :   Inilah Doa Jika Kamu Sedang Merasa Takut

Beliau pun shalat dan keduanya bermakmum di belakang. Pada shalat subuh itu, beliau membaca surah al-Mulk dan surah al-Tinn.

Ibnu mas’ud berkata, “Aku melihat, usai salam, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam memiringkan pendengarannya dan diam sejenak lalu bersabda, `Keduanya bersandar kepadaku untuk mendengarkan Al-Quran. Kemudian, mereka menanyakan bekal makanan kepadaku.”

Abdullah ibn Mas’ud bertanya, “Wahai Rasul, apakah engkau memiliki sesuatu yang dapat kita jadikan bekal bagi mereka?”

Beliau menjawab, “Aku telah membekali mereka dengan kotoran hewan. Tidaklah mereka menemukan tulang kecuali menjadi susu bagi mereka. Tidaklah mereka menemukan kotoran hewan kecuali menjadi buah yang segar bagi mereka.”

Mereka kemudian bertanya, “Wahai Rasul, namun manusia melakukan kerusakan kepada kami.”

Akhirnya, Nabi Shalallahu alaihi wasallam melarang untuk beristinjak dengan tulang dan kotoran hewan.

Saat datang ke Kufah dan melihat sekelompok suku, Ibnu Masud berkata, “Mereka mirip dengan jin yang aku lihat mendatangi kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam di al-Hujun.”
sumber:jalansirah.com