Homs Adalah Kota Di Syam Yang Dipimpin Oleh Seorang Gubernur Yang Fakir Miskin

Congkop.xyz Pada masa pemerintahan Amirul Mukminin Umar bin Khattab, Said bin Amir diangkat menjadi gubernur. Dikatakan kepadanya, “Wahai Said, saya mengamanahkan Anda sebagai gubernur di Homs.”

Homs adalah sebuah kota di daerah Syam. Mendengar perkataan Umar itu, Said justru berkata, “Hai Umar, aku ingatkan dirimu akan Allah! Janganlah Anda menjerumuskan saya ke dalam fitnah!”

Perkataan Said itu ternyata membuat Umar marah.

“Sungguh celakalah kalian! Kalian menaruh urusan berat ini di pundakku, lalu kalian berlepas diri dariku! Demi Allah, aku tidak akan melepaskanmu!!”

Lalu Umar berkata kepada Said, “Kalau begitu Anda akan saya gaji.”



Tetapi Said justru berkata, “Untuk apa gaji itu Amirul Mukminin? Sesungguhnya pemberian dari Baitul Mal telah mencukupi kebutuhanku.”

Setelah itu, Said pun segera berangkat ke Homs. Di lain kesempatan datanglah orang-orang dari Homs menghadap Umar.

Di hadapan mereka, Umar berkata, “Catatlah daftar nama-nama orang miskin di Homs, agar aku dapat mencukupi kebutuhan mereka.”

Kemudian orang Homs itu mulai mencatat nama-nama orang miskin di Homs. Di sana ada banyak nama. Tetapi dari sekian nama itu ada yang membuat Umar heran, karena ada nama Said bin Amir.

Umar heran dan bertanya kepada utusan Homs itu.

Baca Juga :   Ini Perbedaan Jin, Setan, dan Iblis Menurut Al-Qur’an

“Siapakah Said bin Amir ini?”

Orang Homs itu pun berkata, “Itu adalah gubernur kami.”

Umar terkejut, “Gubernurmu fakir?”

Orang Homs itu pun menjawab, “Benar. Demi Allah, sudah beberapa hari di rumahnya tidak ada nyala api.”

Nyala api yang dimaksud di sini adalah sumber energi. Sebab, pada masa itu nyala api bisa digunakan sebagai energi penerangan, atau bahan bakar untuk memasak, dan sejenisnya.

Kemudian, seketika itu Umar menangis. Air matanya membasahi jenggotnya.

Lalu Umar mengambil uang sebanyak 1.000 dinar dan berkata kepada orang Homs itu, “Sampaikan salamku kepadanya, katakan bahwa ini dari Amirul Mukminin untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhannya.”

Setelah itu, para utusan dari Homs itu pun berlalu dan pulang ke Homs.



Sesampainya di Homs, para utusan itu menghadap kepada gubernur mereka, Said bin Amir. Diserahkanlah sebuah kantong pemberian Umar. Setelah dibuka oleh Said bin Amir, ternyata berisi uang yang sangat banyak. Yang mengherankan, justru dia terkejut dan segera menjauhkan kantong itu darinya.

Said pun berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun!”

Bagaikan tertimpa suatu musibah, Said pun terkejut bukan main. Istrinya pun turut keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Istrinya pun turut terkejut, “Ada apa wahai Said? Apakah Amirul Mukminin meninggal dunia?”

Baca Juga :   Jangan Malu Jika Orang Tuamu Bukan Orang Kaya, Mereka Berjuang Untuk yang Halal Demi Masa Depanmu

Said menjawab, “Tidak. Justru lebih besar dari itu.”

Istrinya bertambah heran, “Apakah kaum muslim berada dalam kondisi bahaya?”

Said berkata lagi, “Tidak. Bahkan lebih besar dari itu.”

Istrinya bertambah heran, “Apa yang lebih besar dari itu semua?”

Said menjawab, “Dunia telah memasuki diriku, dan fitnah telah datang ke rumahku.”

Istrinya pun berkata, “Bebaskanlah dirimu dari dunia wahai Said.”

Kemudian Said berkata kepada istrinya, “Apakah kamu mau membantuku?”

Istrinya menjawab, “Ya.”

Kemudian Said mengeluarkan uang-uang itu dan meminta istrinya untuk membagi-bagikannya kepada orang yang miskin.

sumber:islampos.com