Ketika Ubay bin Ka’ab Menemukan Kantong Berisi Dinar Kemudian Mengadu Pada Rosulullah SAW.

Congkop.xyz Ubay bin Ka’ab menjadi guru dari sahabat-sahabat utama dalam bidang Alquran. Di antara murid beliau adalah Abdullah bin Abbas, Abu Hurarairah, Abdullah bin Saib, Abdullah bin Iyasy bin Abi Rabiah, Abu Abdurrahman as-Sulami.

Selain Al-Quran, Ubay juga meriwayatkan beberapa hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya:

روى البخاري بسنده عن سويد بن غفلة قال: لقيت أبي بن كعب فقال: أخذت صرةً مائةَ دينار، فأتيت النبي فقال: “عرِّفْها حولاً”. فعرفتها حولاً فلم أجد من يعرفها ثم أتيته، فقال: “عرِّفْها حولاً”. فعرفتها فلم أجد ثم أتيته ثلاثًا، فقال: “احفظ وعاءها وعددها ووكاءها، فإن جاء صاحبها وإلا فاستمتع بها”. فاستمتعت فلقيته بعدُ بمكة، فقال: لا أدري ثلاثة أحوال أو حولاً واحدًا.

Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dengan sanadnya dari Suwaid bin Ghaflah, ia berkata, “Aku bertemu dengan Ubay bin Ka’ab. Ia mengatakan, ‘Aku menemukan sebuah kantong yang berisikan seratus Dinar.’

Kemudia aku menemui Nabi.



Beliau bersabada, ‘Umumkanlah selama setahun.’

Aku pun mengumumkannya selama setahun. Namun tidak ada yang mengakuinya. Kemudian kutemui lagi Nabi.

Beliau bersabad, ‘Umumkanlah selama setahun.’

Ku-umumkan setahun, namun tak juga ada yang mengakuinya. Kemudian kutemui lagi beliau untuk yang ketiga kalinya.

Beliau bersabda, ‘Jaga wadah, jumlah, dan pengikatnya. Jika pemiliknya datang (berikan). Jika tidak, gunakanlah.’

Aku pun menggunakannya.”

Terkait wafatnya Ubay bin Ka’ab sejarawan berbeda pendapat kapan tahun wafatnya Ubay. Ada yang mengatakan ia wafat pada masa kekhalifahan Umar. Yaitu pada tahun 19 H. Ada juga yang mengatakan tahun 20 H. Pendapat lainnya menyatakan tahun 22 H. Pada masa khalifah utsman tahun 32 H. Pendapat terakhir ini terdapat dalam al-Mustadrak. Dan ini merupakan pendapat yang paling kuat karena Utsman memasukkannya dalam tim penyusun Al-Quran.

sumber:jalansirah.com