Ini Hukum Bagi Istri yang Membenci Ibu Mertua

Pertanyaan:
Saya ingin bertanya apa hukumnya, kalau seorang istri sangat membenci ibu/mertua, saya dan adik – adik saya. Makanya sering terjadi ribut mulut dengan saya.

Saya sudah coba berlaku adil baik kepada mertua dan keluarga istri karena takut dibilang berat sebelah. Saya sudah nasehati dengan ucapan dan tegoran keras, tapi tetap tidak bisa berubah. Mohon bimbingan supaya keluarga kami harmonis dan bahagia, atas penjelasannya, terima kasih.



Jawaban:
Memang tidak jarang terjadi adanya perselisihan antara ibu dengan menantunya (istri anaknya), yang kemudian mengarah kepada pertengkaran, dan ini amat disayangkan.

Karena, bagaimanapun juga, ibu mertua adalah ibu suaminya. Sehingga, mau tidak mau harus dihormati dan tidak boleh dimusuhi.

Tidak dipungkiri, yang menjadi pemicunya, terkadang masalah yang ringan, tetapi kadang juga persoalan yang mendasar dan besar.

Timbulnya bias karena faktor istri, tetapi kadang juga karena faktor ibu mertua itu sendiri, yang terkadang berlebihan dalam bersikap, sehingga membuat risih menantunya.

Bahkan tak jarang membuat menantunya merasa sangat terganggu, sehingga tidak menyukai sikap ibu mertua, atau bahkan sampai ‘membencinya’. Bisa juga timbul karena miss komunikasi antara keduanya.

Jadi perlu kejelasan duduk persoalan yang sedang Anda hadapi ini, agar dapat dicarikan solusi, dahulu baru kemudian menyikapinya dengan penuh bijak.

Untuk persoalan Anda, hendaklah dipecahkan dengan damai, dan itu lebih baik, sebagaimana firman Allah SWT:



“…dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka)”. [an Nisaa` : 128]

Bila memungkinkan, Anda perlu mencari penyebab kebencian tersebut. Usahakan agar mempertahankan pernikahan tersebut. Sangat dianjurkan agar Anda menasihati sang istri untuk mengalah dan menghilangkan prasangka buruk kepada ibu Anda.

Apabila ia bisa demikian, maka perlu sekali Anda membicarakan dengan ibu, juga agar bersikap kooperatif. Mudah-mudahan Allah menghilangkan kebencian di hati keduanya.

Tetapi Anda jangan lupa, bahwa hati manusia itu berada di tangan Allah, dan Allah-lah yang membolak-balikkannya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya hati-hati bani Adam seluruhnya di antara dua jemari Allah seperti satu hati. Allah palingkan sesukanya. Kemudian Rasulullah SAW berdo’a: “Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati-hati, palingkanlah hati-hati kami untuk mentaati Engkau”. (HR Muslim).

Dengan memahami ini, Anda jangan sampai lupa menyerahkan hal ini kepada Allah, berdoa agar kebencian dihilangkan dari hati keduanya.

Kepada istri Anda, hendaknya bertakwa kepada Allah. Berusahalah menghilangkan kebencian dan permusuhan kepada Ibu dari suami Anda. Ingatlah sabda Rasulullah SAW:

“Jangan saling bermusuhan, saling hasud dan saling berpisah. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, dan tidak boleh seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari”. (HR al Bukhari).

Kita dilarang saling bermusuhan, apalagi yang istri anda musuhi adalah mertua karena mertua sama dengan orang tua sendiri.

Mungkin berat di hati, namun dengan ketabahan dan kesabaran, insya Allah, Anda akan mendapatkan kebaikan berlipat, baik dalam kehidupan dunia yang fana ini, atau pada kehidupan akhirat yang kekal nanti.

Sedangkan kepada ibu mertua Anda (ibu istri), hendaklah bertakwa kepada Allah dan membimbing putrinya untuk lebih baik dalam segala sisi kehidupannya. Tidak ikut mendukung dalam perkara yang dilarang Allah.

Oleh: H Mawardi AS
Ketua MUI Lampung

Sumber: tribunnews.com