Ketika Einstein Mengakui Kehebatan Al-Qur’an

وَالسَّمَآءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوْسِعُوْنَ

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz-Dzariyat : 47)

Kata “lamusi’un” dalam bahasa Arab mengandung arti kekuatan atau kekuasaan dan banyaknya membuyarkan sesuatu ke seluruh penjuru.

Ibnu Abbas berkata, “Maksud firman Allah, ‘Dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya’ ialah bahwa Allah Mahakuasa menciptakan sesuatu yang lebih besar daripada langit. Artinya, Allah akan menambah dan melipatgandakan ukuran langit (alam semesta) dari waktu ke waktu.”

Ayat di atas menjadi tertawaan kaum Yahudi dan orang-orang kafir, karena akal mereka tidak mampu membayangkan luasnya langit melebihi yang dilihatnya.



Akhirnya, ilmu astronomi dan riset ruang angkasa mengalami kemajuan yang sangat berarti. Teori-teori ilmiah yang berkembang saat ini menegaskan tentang bertambah luasnya alam semesta ini. Albert Einstein (1879 – 1955), penemu teori relativitas dan ilmuwan terkemuka, menyebutkan bahwa penelitian-penelitiannya berakhir pada hakikat yang tetap, yaitu bahwa alam semesta terus meluas dan bahwa setiap galaksi terdiri dari jutaan bintang. Benda-benda angkasa tersebut besarnya tidak terkira. Dengan kata lain, alam semesta ini luasnya tidak dapat dicapai oleh kekuatan akal manusia.

Sebagaimana diketahui, Albert Einstein termasuk ilmuwan yang beriman dengan keimanan mendalam terhadap kemahakuasaan Tuhan. Negara Israel pernah berkeinginan untuk menjadikannya sebagai pemimpin (presiden), karena ia keturunan Yahudi. Tetapi ia menolaknya mentah-mentah. Einstein menampik tawaran menjadi presiden dari sebuah Negara yang dibangun di atas bara permusuhan yang akhirnya niscaya akan hancur.

Karena itulah, umat Islam seharusnya bangga dengan Al-Qur’an; kitab suci yang khusus diperuntukkan bagi mereka, berisi khazanah keilmuwan yang sangat berharga demi kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Wallahu A’lam

Sumber : Ensiklopedi Al-Qur’an