3 Kaum Cerdik Pandai yang Dimusnahkan Allah (2)

3. Kaum Madyan

Kaum Madyan adalah sebutan untuk penduduk Negeri Madyan. Para penduduk negeri ini hidup di zaman Nabi Syuaib. Mereka tidak mempercayai Allah, menyembah hutan dan Aikah atau padang Pasir yang ditumbuhi pohon dan tanaman.

Saat Nabi Syuaib diturunkan, penduduk Negeri Madyan sudah sangat sesat. Mereka hidup dalam maksiat yang sangat parah, kebiasaan buruk mereka yang sangat jahat adalah mengurangi takaran atau timbangan dalam berdagang.


Praktik curang atau korupsi yang dikenal pada saat ini, masih terus berlangsung sejak dimulai oleh Kaum Madyan. Saat tengah dilanda kemaksiatan itu, Nabi Syuaib mengajak Kaum Madyan untuk menyembah Allah dan menjauhi kezaliman.

Namun, imbauan Nabi Syuaib hanya dianggap angin lalu. Bahkan, para pengikut Kaum Madyan yang tidak mau mengikuti ajaran Nabi Syuaib suka menghalang-halangi para pengikut Nabi Syuaib yang beriman.

Bahkan banyak dari mereka yang dipaksa dengan kekerasan untuk meninggalkan ajaran Nabi Syuaib. Walau demikian, Nabi Syuaib tetap sabar dan terus melaksanakan dakwahnya hingga membuat Kaum Madyan jengkel dan ingin membunuhnya.

Nabi Syuaib dan pengikutnya lalu hijrah meninggalkan Negeri Madyan menuju Aikah. Di negeri baru ini, Nabi Syuaib dan pengikutnya juga mendapatkan serangan dari penduduk Negeri Aikah yang menolak ajakan Nabi Syuaib menyembah Allah.

Baca Juga :   AKHIR HAYAT PILU KHALIFAH TERAKHIR DAULAH ABBASIYAH

Mereka bahkan menantang agar Nabi Syuaib mendatangkan azab yang dijanjikan Allah. Tantangan itu langsung disambut dengan serangan udara yang sangat panas, sehingga seluruh penduduk keluar dari rumahnya masing-masing untuk mencari udara segar.

Tetapi di manapun mereka berada, udara telah berubah menjadi panas hingga menyesakkan dada dan nafas mereka. Udara panas ini pernah melanda kawasan Amerika hingga mengakibatkan ratusan jiwa melayang, dan kini kawasan Asia.

Saat seluruh warga kebingungan, tiba-tiba nampak awan hitam menaungi kawasan lembah. Mereka gembira, dikira awan itu akan mendatangkan hujan, hawa sejuk yang mereka rindukan akan segera terhirup. Namun angan-angan itu buyar berantakan.

Awan hitam yang dianggap hujan malah mendatanglah angin kencang dan membuat mereka terhempas dan terlempar. Dari awan hitam pekat itu lalu keluar petir yang saling bersahutan dan binasa lah kaum yang durhaka itu.

Tidak ada satupun dari mereka yang tersisa. Hanya Nabi Syuaib dengan para pengikutnya saja lah yang bisa selamat, karena mendapat rahmat dan perlindungan dari Allah SWT. Demikian riwayat Kaum Madyan ini berakhir.

Selain ketiga kaum cerdik pandai yang telah dimusnahkan itu, masih ada sejumlah kaum cerdik pandai lainnya yang juga ingkar dan tidak mau menyembah Allah. Semoga ulasan singkat ini dapat menambah ketakwaan kita terhadap Allah SWT.
Sumber: sindonews.com