7 Tanda Awal Istri Durhaka Kepada Suami

Betapa indahnya apabila keseharian rumah tangga dihiasi oleh saling setia, saling pengertian, saling perhatian, saling melengkapi, saling menghargai, saling mengisi, saling menyempurnakan, saling percaya, dan saling mengingatkan agar selalu diridai Allah.

Namun biduk rumah tangga memang tak selamanya dapat dilalui dengan mulus. Terkadang memang disertai riak gelombang yang berpotensi menenggelamkan serta menghancurkan mahligai pernikahan.



Seorang istri berkewajiban menghargai dan menghormati suaminya, sepanjang dalam koridor agama dan ketaatan kepada Allah.

Namun, boleh jadi oleh karena sebab atau pengaruh tertentu, istri tiba-tiba saja berubah perangai dan tabiatnya menjadi durhaka kepada suami.

Berikut ini adalah 7 tanda istri mulai berani atau durhaka kepada suami. Para suami Waspadalah!

Pertama, malas atau enggan melayani suami tanpa alasan jelas. Melayani di sini bukan sekadar melayani hasrat sek-sual, melainkan memberikan pelayanan situasional, emosional, rekreasional, dan spiritual.

Istilah lainnya adalah tidak berbakti dan menurut kepada suaminya, tentunya dalam hal kebaikan.

Kedua, memasukkan laki-laki lain ke dalam rumah tanpa seizin suami. Dalam hal ini juga termasuk berdua-duaan, berlebihan dalam hal bercanda dengan lawan jenis.

Bersikap genit kepada lawan jenis. Berdandan untuk orang lain, namun tidak untuk suaminya. Tidak menutup aurat dan mengumbar kecantikannya untuk pria selain suaminya.



Ketiga, mengeluarkan kata-kata keji kepada suaminya. Dalam hal ini seperti membantah, menghina, menggunjing, mengumpat, memfitnah, mencaci-maki, berdusta, berkata kotor, menyakiti hati suami, dsb.

Baca Juga :   Bolehkah Kencing Berdiri?

Keempat, suka menuntut suami, suka membanding-bandingkan dengan pria lain yang lebih gagah, tampan, kaya, pintar, sholeh.

Kelima, meminta cerai, menantang untuk dicerai, memohon ditalak, tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Keenam, boros, suka membelanjakan harta suami untuk keperluan dan kesenangan dirinya sendiri. Terlebih lagi kalau mengambil harta suami, tanpa sepengetahuan suami.

Ketujuh, mulai tidak betah di rumah. Bisa tanpa alasan. Bisa juga hanya karena bosan dengan suami.

Ada saja alasan untuk dinas ke luar kota, reuni bersama teman-teman, kerja lembur hingga larut malam, atau jamuan makan bersama rekan kerja.

Seorang istri yang berbakti, bila akan bepergian, tentunya minta izin terlebih dahulu kepada suaminya. Kondisi yang lebih ideal adalah mengajak suaminya, untuk menghindari fitnah.

Wallaahu a’lam

Semoga para istri kita tidak mempunyai sikap seperti diatas, Dan Semoga Allah menjadikan kita pasangan suami istri yang sakinah mawaddah warahmah.

Aamiin ya robbal alamin

Sumber: bagikandakwah