Singgasana Miring Dalam Surga Untuk Abdullah Bin Rawahah

Congkop.xyz Pada perang Mut’ah para panglima pasukan Islam gugur. Ketika kabar itu sampai kepada Rasulullah, beliau bersabda, “Panji perang dipegang Zaid bin Haritsah kemudian dia bertempur hingga gugur sebagai syahid, lalu panji perang diambil alih oleh Ja’far bin Abu Thalib, diapun bertempur hingga gugur sebagai syahid.”

Kemudian Rasulullah terdiam sejenak hingga rona wajah orang-orang Anshar berubah dan mengira telah terjadi sesuatu yang tidak mereka sukai pada Abdullah bin Rawahah.



Kemudian Rasulullah melanjutkan sabdanya, “Kemudian panji perang diambil alih oleh Abdullah bin Rawahah, lalu dia bertempur hingga gugur sebagai syahid.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terus melanjutkan sabdanya, “Diperlihatkan kepadaku dalam mimpi, bahwa mereka berada di surga di atas singgasana terbuat dari emas. Aku melihat singgasana Abdullah bin Rawahah miring tidak seperti singgasana dua sahabatnya.

Salah seorang sahabat bertanya, “Mengapa singgasana Abdullah bin Rawahah miring?”

Dikatakan kepadanya, “Tatkala Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abu Thalib maju ke medan laga tanpa ragu, sedang Abdullah bin Rawahah sedikit ragu sebelum ia bertempur.”

sumber:jalansirah.com