Ciri-ciri Hamba yang Dicintai Allah, Nomor 3 Paling Populer

Dalam satu hadis Nabi SAW, Beliau bersabda: “Apabila Allah mencintai seorang hamba maka Dia menyeru Jibril: Sesungguhnya Allah mencintai Fulan maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya, lalu Jibril menyeru penduduk langit: Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan maka cintailah ia, maka penduduk langit pun mencintainya. Setelah itu kecintaannya diteruskan kepada penduduk di bumi.” (HR Al-Bukhari).


Berikut Ciri-ciri Hamba yang Dicintai Allah:
1. Dibukanya Pintu Amal Saleh Sebelum Kematian
Rasulullah SAW bersabda: Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan jadikan ia beramal.  Dikatakan, “Apakah dijadikan beramal itu?” Beliau bersabda, “Allah bukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridha kepadanya.” (HR Ahmad dan Al Hakim).

2. Dipercepat Sanksinya di Dunia
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hamba-Nya, Allah akan membiarkan dosanya (di dunia) sampai Allah membalasnya pada hari kiamat.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik).

Namun kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia, karena kita belum tentu sanggup menghadapinya. Kita dianjurkan agar berdoa memohon kepada Allah kebaikan di dunia dan akhirat.


3. Diberikan Ujian (Cobaan) 
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR Ahmad dan Al Bukhari dari Abu Hurairah).

Baca Juga :   Pada Ibadah 3 Ini, Hukum Wudhu' Menjadi Wajib.

Musibah itu tak lain adalah sebagai ujian bagi seorang hamba untuk menguji apakah dia tetap menetapi kesabaran menerima kehendak Allah. Nabi SAW mengatakan setiap cobaan yang dihadapi umatnya itu untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajatnya. Allah Taala juga berfirman: Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberi Hidayah, petunjuk (yahdi) kepada hatinya (Qalbahu). Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,” (QS At-Taghabun: 11).

4. Difaqihkan Dalam Urusan Agama
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Ia mendapat pemahaman yang lurus terhadap Alquran dan hadis berasal dari kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Alquran dan hadis dengan benar.

5. Diberikan Kesabaran
Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang diberikan dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Kesabaran dalam keimanan bagaikan kepala untuk badan. Badan tak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman tak akan hidup tanpa kesabaran. Untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya amat membutuhkan kesabaran. Karena Iblis dan balatentaranya tak pernah diam untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.

Baca Juga :   Bolehkah Berobat Pada Dokter yang Bukan Muhrimnya?

Sumber: sindonews.com