Ilmuwan Hebat Muslim yang Terlupakan Sejarah

Bukan hanya banyak peristiwa penting terjadi di bulan Ramadhan. Dunia Islam juga banyak melahirkan ilmuwan-ilmuwan hebat, namun terlupakan sejarah.


Berikut Ilmuwan-ilmuwan Hebat Muslim:
1. Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi
Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau yang biasa dipanggil Razi lahir di Teheran, Iran pada 864-930. Semasa hidupnya ar-Razi meneliti tentang penyakit seperti demam, penyakit cacar, alergi, dan asma.

2. Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham atau Ibnu Haitham/Alhazen
Lebih dikenal dengan nama Alhazen seorang ilmuwan yang meneliti tentang sifat cahaya dan juga ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan dan filsafat. Alhazen lahir di Basrah sekitar 965 Masehi kemudian tinggal di Kairo, Mesir hingga akhir usianya pada 1039.

3. Jabir Ibnu Hayyan
Jabir Ibnu Hayyan lebih dikenal oleh ilmuwan Eropa dengan nama Gebert, ia adalah penemu ilmu Kimia. Gebert lahir di Kuffah, Irak sekitar 721-815 Masehi. Penelitiannya dalam bidang ilmu Kimia berhasil dikembangkan secara sistematis melalui eksperimen tentang kuantitas zat yang berhubungan dengan reaksi kimia.

4. Abu Yusuf Yacub Ibnu Ishak Al-Khindi/Al Kindus
Al Khindi adalah seorang ilmuwan Islam yang mengarang sekitar 270 buku tentang ensiklopedi. Dirinya juga ahli matematika, fisika, kedokteran, musik, geografis, filsafat Arab dan Yunani kuno. Selain itu Al-Khindi juga seorang filsuf Muslim taat dan berdisiplin.

5. Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina/Ibnu Sina/Syekh Al-Rais/Avicenna
Ibnu Sina atau yang lebih dikenal dengan nama Avicenna ini adalah ilmuwan sekaligus filsuf besar Muslim. Ibnu Sina banyak menghabiskan waktu dengan meneliti ilmu kesehatan, matematika, astronomi, filsafat, psikologi dan penulis kaidah ilmu kedokteran modern yang sampai saat ini masih dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran di Eropa.


6. Al Farabi
Abu Nasir Al-Farabi. Orang barat menyebutnya dengan Alfarabius. Ia hidup antara 870-900 Masehi dan merupakan tokoh Islam pertama dalam bidang logika.

7. Ibnu Khaldun
Seorang sejarawan, pendidik ulung, pendiri filsafat sejarah dan sosiolog. Ibnu Khaldun lahir adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi.

8. Al Khazini
Ahli konstruksi, pengarang buku tentang teknik pengukuran (geodesi) dan kontruksi keseimbangan, kaidah mekanis, hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat pengungkit/tuas, teori gaya gravitasi (jauh 900 thn dari Newton).

9. Al Battani (929)
Ahli astronom terbesar Islam, ilmuwan yang meneliti jarak bumi dan matahari, menciptakan alat ukur gaya gravitasi, alat ukur garis lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian sampai 3 desimal.

Sumber: .sindonews.com