Racun Asmara dan Cara Mengatasinya

Dalam hidup berkeluarga, sepasang suami istri tak akan mendapati pernikahan yang sempurna. Kadangkala jalan yang ditempuh akan bikin badan berpeluh.



Seringkali lika-likunya membuat pasutri sejenak harus berhenti untuk mengoreksi diri. Bahkan ada kerikil terjal dan tikungan tajam yang akan menghadang hubungan pasangan. Dan, mau tak mau, suka tak suka, pasutri harus menghadapi itu semua.

Penyebabnya bisa karena perbedaan pendapat, kebiasaan, misi dan visi antar pasutri atau orang ketiga yang mengganggu rumah tangga.

Hal-hal ini bisa berkembang menjadi racun bagi pernikahan. Beberapa hal berikut ini termasuk racun asmara yang bisa membahayakan keberlangsungan hubungan jika terus dibiarkan.

Kritikan yang Menyakitkan
Jika, setiap kali langkah yang diambil pasangan selalu dilihatnya salah. Apa yang dikatakan dinilai tak benar. Kritikan pedas seringkali dihujamkan pada pasangan. Seolah dirinya sendiri yang paling benar.



Mestinya, sesudah pernikahan, hal yang biasa dipikirkan sendiri menjadi berdua dihadapi. Permasalahan yang ditanggung masing-masing bisa didiskusikan berdua untuk dicari solusi.

Tentu hal ini butuh keterbukaan antar pasutri. Jangan sampai kalau ada masalah disimpan sendiri, giliran pasangan melontarkan kritikan, ia tak terima.

Jadi butuh kerjasama keduanya. Salinglah terbuka, bicarakan banyak hal berdua dan cari penyelesaian bersama. Hingga tak ada lagi kritikan yang menyakitkan yang bisa meracuni hubungan pernikahan.

Baca Juga :   Mengenal Jin Qarin, Jin Pedamping Manusia

Cemburu Buta
Cemburu pada pasangan boleh saja asal dalam batas yang wajar. Jika berlebihan akan tumbuh menjadi racun yang akan menggerogoti hubungan suami istri.

Jika ternyata ada yang mencurigakan dari perilaku keseharian pasangan, tanyakan baik-baik. Atau lakukan penyelidikan dulu. Jadi tak perlu buru-buru mengambil kesimpulan atas prasangka itu.

Sebaliknya, agar tak menyakiti pasangan, kita sendiri juga harus bisa menjaga diri. Misalnya, jangan sampai berlebihan memakai gawai sampai mengabaikan suami atau istri. Agar tak akan ada cemburu buta yang bisa jadi racun asmara bagi keduanya.

Menebus Masalah Dengan Hadiah
Seringkali saat pertengkaran terjadi, salah satu dari pasutri menebusnya dengan memberikan hadiah kepada pasangan. Padahal sumber konflik sebenarnya masih ada.

Hadiah dibenarkan jika tujuannya untuk menunjukkan rasa sayang pada pasangan. Tapi jika diberikan dengan niat ingin pasangan melupakan apa yang terjadi, yakinlah nanti konflik yang sama akan muncul lagi.

Karena itu, daripada ada tipu menipu, lebih baik bicarakan sampai tuntas dulu. Hadiah hanya akan menutupi kesalahanmu untuk sementara waktu. Yang utama, tetap komunikasikan  permasalahan.

Gosip Murahan
Biasanya istri yang lebih sering melakukan hal ini. Karena perempuan kalau bertemu sesama perempuan cenderung membicarakan gosip yang beredar.

Baca Juga :   Malaikat Maut Mengunjungi Manusia Setiap 21 Menit Sekali

Tapi, tak menampik seorang suami yang meski laki-laki, ada yang punya  kebiasaan ini. Kenapa hal ini bisa menjadi racun bagi rumah tangga?

Karena kebiasaan buruk menceritakan persoalan orang lain yang belum tentu kebenarannya, selain dosa hukumnya juga akan menyeret kita pada pikiran negatif. Selain itu juga menyia-nyiakan waktu. Dan, pada akhirnya bisa memengaruhi hubungan pasutri.

Daripada bergosip hal yang tak perlu, lebih baik menjalani kebiasaan bermutu seperti hadir di majelis ilmu atau membaca buku. Kegiatan baik dan positif tentunya akan berdampak kebaikan bagi pernikahan

Nah, sahabat, semoga kita semua bisa mengantisipasi hal-hal yang menjadi racun asmara dan membahayakan bagi pernikahan tadi yaaa. Dan semoga,  pernikahan kita akan berlimpah berkah dari Allah Sang Pemberi Hidayah.

Aamiin.

Sumber: ummi-online.com