Cara Mendidik Anak yang Baik dan Shaleh Secara Islami

Sebelum kita mengetahui bagaimana cara mendidik anak yang baik dan sesuai dengan kaidah islam, kita harus menyadari bahwa ternyata PR kita banyak. Khusus nya seorang bagi seorang ibu. Ternyata kita memiliki tanggung jawab yang cukup berat, yaitu amanah dari Allah, seorang anak yang dikaruniai kepada kita.



Jadi, fikirkan lagi sebelum kita melakukan aktifitas yg kurang bermanfaat. Bahkan inilah yang menjadi alasan, sebagian ulama menyarankan kenapa wanita sholat 5 waktu di rumah, mengapa para wanita tidak ikut solat jumat dan mengapa Rasul menyuruh wanita untuk tinggal di rumah.

Lalu bagaimana cara mendidik anak yang baik itu sih?



1. Lewat Diri Kita
Maksudnya apa?

Coba deh bunda/ayah perhatikan, pernah kah kita memberikan les khusus bahasa indonesia kepada anak kitaTidak pernah kan?

Lantas dari mana mereka bisa berbicara bahasa indonesia dengan lancar? Mereka bisa berbicara dengan baik karena mereka mencontoh diri kita. Ya benar! Anak kecil adalah makhluk terbaik yang sangat pandai mencontoh. Tanpa mereka sadari, mereka merekam apa saja yang kita lakukan.

Semua hal yang kita lakukan, mereka rekam dengan baik. Entah itu hal yang baik ataupun hal yang buruk. Boleh jadi saat ini mereka belum melakukan hal-hal buruk yang kita contohkan. Namun nanti saat mereka dewasa, tanpa mereka sadari, mereka akan melakukan hal yang kita lakukan saat mereka masih kecil.

Maka sebaik-sebaik cara yang pertama adalah, berilah contoh yang baik. Dan mayoritas ulama sepakat, hal yg pertama dalam mencari pasangan sebelum menikah adalah, pastikan calon pasangan anda adalah orang yang shaleh dan berakhlak baik. Kita akan membahas bab bagaimana cara mencari pasangan yang baik di artikel lain nya.

Baca Juga :   Cara Mendidik Anak yang Malas Mengerjakan Sholat

Dan sebelum ‘memaksa’ dan berharap anak kita menjadi anak yang baik dan shaleh, yuk kita bercermin dulu, apakah kita sudah menjadi orang tua yang baik dan shaleh? atau jangan-jangan kita sendiri belum menjadi orang tua yang demikian. Maka ajak juga pasangan anda untuk terus memperbaiki diri.

2. ILMU
Tak bisa dipungkiri, mendidik anak bukanlah pekerjaan yang ringan. Bahkan ini adalah amanah terbesar bagi orang tua. Dan sayang nya, sampai saat ini jarang sekali ada pendidikan mendidik anak atau pendidikan bagaimana membangun rumah tangga.

Demi mengejar posisi atau jabatan, seseorang diwajibkan memiliki ijazah yang tinggi. Bahkan tidak cukup sekedar sarjana saja. Seseorang dituntut untuk belajar demi gelar yang lebih tinggi lagi dan itu memakan waktu bertahun-tahun.

Lalu bagaimana dengan mendidik anak? Apakah cukup kita mengetahui cara mendidik anak yang baik hanya learning by doing? Ingatlah anak kita bukan kelinci percobaan yang bisa kita jadikan percobaan cara-cara mendidik anak yang baik.

Oleh sebab itu, menjadi wajiblah bagi kita untuk menuntut ilmu bagaimana cara mendidik anak yang baik. Dan menariknya lagi adalah, setiap hal baik yang kita ajarkan kepada anak kita, dan anak kita lakukan / praktekan, itu semua akan menjadi amal jariyah penyelamat kita di alam kubur dan akhirat nanti.

Maka wajarlah jika saat ini kita harus menuntut ilmu demi masa depan anak kita yang lebih baik. Bercita-cita lah masa depan mereka harus lebih baik daripada orang tua nya. Hingga kelak mereka menjadi anak yang shaleh, bangga kepada orang tua nya dan selalu mendoakan kedua orang tua nya.

Baca Juga :   5 Waktu Ini Paling Enak Untuk Tidur Tapi Sangat dilarang oleh Nabi. Mengapa? Baca Penjelasannya.

3. DOA
Minta lah kepada Allah. Jika saat ini bunda atau ayah masih merasa kesulitan dalam mendidik anak, segera lipatgandakan semangat meminta kepada Allah.

Bukankah Allah yang sesungguhnya memiliki ‘Jiwa’ anak kita? Bukankah hanya Allah, zat sebaik-baik yang memberikan hidayah pada seseorang? Percayalah, sebaik apa pun ikhtiar yang kita lakukan, niscaya anak kita tidak akan menjadi anak yang shaleh jika Allah tidak membukakan pintu hidayah untuk nya.

Dan yang paling penting adalah, jangan tergesa-gesa dalam berdoa. Bersabarlah dalam berdoa. Sabar yang di maksud disini adalah bukan sabar dalam artian pelan-pelan dalam membacakan doa nya. Namun sabar dalam menanti hasil yang akan diberikan oleh Allah.

Jangan lah kita tergesa-gesa meminta hasil yang instan kepada Allah. Sungguh Allah akan menguji kita, seberapa bergantung diri kita kepada-Nya.

“Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan, ‘Saya telah lama berdoa, tetapi tidak kunjung dikabulkan.’” (HR Muslim 2735)

Jika hasil itu diberikan secara tunai dan instan, lalu dimana Allah membedakan hamba nya yang loyal dan hamba nya yang hanya meminta ketika ada keperluan nya saja.

Jadikan lah kekuatan doa ini sebagai senjata yang utama dalam melakukan apa saja, termasuk dalam mendidik anak. Sesuai dengan apa yang dikatakan nabi

Sumber: hijapedia.com


Leave a Reply

Your email address will not be published.