Bagaimana Hukum Mengambil Uang Suami Tanpa Izin Darinya.

Hukum Mengambil Uang Suami Tanpa Izin

Memenuhi kebutuhan istri adalah kewajiban seorang suami. Selain mencukupi kebutuhan istri; seorang suami juga mesti menafkahi anak-anaknya sampai dewasa dan mandiri. Kedua hal ini sudah menjadi tanggung jawab suami dan konsekwensi dalam berumah tangga.



Keadaan setiap orang ataupun keluarga pasti berbeda; demikian juga besar kecilnya nafkah yang harus diberikan seorang suami kepada keluarga nya pasti berbeda menurut kemampuan masing-masing.
Namun apabila nafkah yang diberikan seorang suami tidak mencukupi ataupun kurang;padahal dia mampu. Dan istri terpaksa mengambil uang suami tanpa izin demi mencukupi kebutuhan. Bagaimana kah hukumnya?

Kasus seperti ini pernah terjadi pada pasangan Hindun dan Abu Sufyan. Diceritakan Abu Sufyan adalah seorang suami yang mampu namun pelit; sehingga Hindun terpaksa mengambil uang nya tanpa izin. Namun karena merasa bersalah dan tidak tahu hukumnya. Hindun bertanya kepada Nabi Shalallahu alaihi wasallam.



Dari Aisyah Radhiyallahu Anha berkata; bahwa Hindun binti ‘Utbah istri Abu Sufyan ; telah datang berjumpa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam; lalu berkata; Wahai Rasulullah; sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang suami yang pelit. Nafkah yang diberikan nya kepada ku dan anakku tidak cukup. Sehingga aku terpaksa mengambil uang nya tanpa sepengetahuan nya’. Apakah aku berdosa jika melakukan seperti itu?
“Ambil dari hartanya apa yang mencukupi anak-anakmu dengan cara yang patut.” jawab Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
(HR Bukhari no 5364; Muslim no 1714)

Baca Juga :   Perang Qadasia Perang Besar Antara Khalifah Umar bin Khattab dengan Kekaisaran Persia.

Walaupun mengambil uang suami tanpa izin diperbolehkan karena nafkah yang diberikan tidak mencukupi. Namun para Ulama memberikan standar umum yang berlaku di daerah masing-masing. Jadi walaupun diperbolehkan;tapi tidak boleh berlebih-lebihan; sekedarnya saja.
Wallahu A’lam.