Cara, Waktu Mengerjakan Dan Niat Sholat Qodho

Bagaimana Cara, waktu mengerjakan dan Niat Sholat Qodho (sholat yang diganti karena ditinggalkan)

Dari sisi waktu, meng-qodha shalat harus dilakukan segera ketika teringat dari lupa atau tersadar dari hilang akalnya. Tidak boleh ditunda-tunda, harus segera dikerjakan sesegera mungkin. Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


من نامَ عن صلاةٍ فليصلِّها إذا ذَكرَها

barangsiapa yang terlewat shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika ingat” (HR. Al Bazzar 13/21, shahih).

Bagaimana jika shalat yang terlewat lebih dari satu? Apakah diqadha sekaligus atau setiap shalat di qadha pada waktunya, semisal shalat zhuhur diqadha pada waktu zhuhur, shalat ashar pada waktu ashar, dst.? Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjawab pertanyaan ini:

يصليها جميعا لان النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لما فاتته صلاة العصر في غزوة خندق قضىها قبل المغرب وهكذا يجب على كل انسان فاتته الصلوات ان يصليها جميعا و لا يأخرها

“dikerjakan semuanya sekaligus. karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika terlewat beberapa shalat pada saat perang Khandaq beliau mengerjakan semuanya sebelum Maghrib. Dan demikianlah yang semestinya dilakukan setiap orang yang terlewat shalatnya, yaitu mengerjakan semuanya sekaligus tanpa menundanya” (Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=tMEnMeqXFbw).



Dalam hadits di atas juga Nabi mengatakan فليصلها  dhamir ها mengacu pada kata صلاة sebelumnya. Ini menunjukkan shalat yang dikerjakan dalam rangka qadha sama persis seperti shalat yang ditinggalkan dalam hal sifat dan tata caranya. Misalnya, jika seseorang terluput shalat shubuh karena tertidur, maka ia wajib mengqadha dengan mengerjakan shalat yang sama dengan shalat shubuh.

Baca Juga :   Kisah Wafatnya Abu Qilabah Yang Berumah Gubuk Di Tengah Padang Pasir

Bagaimana Niat Sholat Qodho

Qadha’ shalat adalah mengerjakan shalat di luar waktu yang telah ditentukan. Tidak disyaratkan dalam mengqadha’ shalat pada waktu yang sama dengan shalat yang ditinggalkan, seperti diperbolehkan mengqadha’ shalat dhuhur di waktu isya’ atau lainnya. Namun lebih utama tidak mengqadha shalat di waktu-waktu yang dimakruhkan, yaitu :

  1. Setelah shalat subuh hingga terbitnya matahari
  2. Ketika terbitnya matahari hingga ketinggian seukuran tombak.
  3. Ketika istiwa’ (posisi matahari tepat di tengah).
  4. Setelah shalat ashar hingga terbenamnya matahari
  5. Ketika menguningnya matahari mendekati terbenam hingga sempurna terbenam.

Sebagai contoh kita akan mengqodho sholat shubuh, maka niat sholat qodho sebagai berikut :

‘ Ushalli Fardlas Subhi Rak’ataini Mustaqbilal Qiblati Qadla-an Lillahita’ala ‘ , jadi hanya mengganti yang tadinya Adaa-an menjadi Qadlaa-an.

Dengan demikian, ketika seseorang baru teringat bahwa ia telah melewatkan shalat, atau baru terbangun dari tidur sedangkan waktu shalat sudah terlewat, yang ia lakukan adalah segera berwudhu, lalu mencari tempat shalat yang bersih dan suci, menghadap kiblat kemudian mengerjakan shalat dengan tata cara dan sifat yang persis sebagaimana shalat yang ia tinggalkan. Jika shalat yang ditinggalkan lebih dari satu, maka setelah salam, ia kembali berdiri untuk meng-qadha shalat selanjutnya.

Baca Juga :   Pamit Daftar Kuliah, Amelia Tewas Setengah Bugil di Tepi Sawah

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wabillahi at taufiq was sadaad.

loading…