Inilah Harta-harta yang Wajib Dizakati

Semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT. Kita hanya diberi amanah oleh Allah untuk menjaga, merawat dan menggunakannya dengan baik. Dan itu harus kita pertanggungjawabkan. Maka, dari apa yang kita miliki tersebut harus ada penyucian. Maksudnya, untuk membersihkan dari hal-hal yang bisa jadi mengandung unsur keharaman.



Zakat adalah cara yang paling baik untuk mensucikan harta. Dengan berzakat, kita menunaikan kewajiban untuk memberikan bagian dari hak orang yang membutuhkan. Sebab, apa yang kita miliki itu, di baliknya terdapat hak orang lain. Meski begitu, tak semua harta terkena wajib zakat. Lalu, harta apa saja yang wajib dizakati?

1. Emas, Perak, Barang-barang Dagangan yang Sejenis Dengannya, Barang Tambang, dan Harta Terpendam yang Sejenis Dengannya, Serta Uang
Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,” (QS. At-Taubah: 34).

Rasulullah bersabda, “Perak yang tidak mencapai lima uqiyah (satu uqiyah sama dengan 28 gram) tidak terkena zakat,” (Muttafaq alaih).



Rasulullah juga bersabda, “Hewan, lukanya itu tidak ada kewajiban mengganti, sumur itu tidak ada kewajban mengganti (jika ada orang yang jatuh ke dalamnya), barang tambang itu tidak ada kewajiban mengganti (jka ada orang yang jatuh ke dalamnya), dan zakat harta terpendam adalah seperlima,” (Diriwayatkan Al-Bukhari).

Baca Juga :   Mengapa Harus Istighfar Setelah Shalat? Ini Jawabannya

2. Hewan Ternak, Yaitu Unta, Lembu dan Kambing
Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik,” (QS. Al-Baqarah: 267).

Rasulullah bersabda kepada orang yang bertanya tentang hijrah kepada beliau, “Celaka engkau, sesungguhnya hijrah itu amat berat, apakah engkau mempunyai unta yang bisa engkau keluarkan zakatnya?” Orang tersebut berkata, “Ya, punya.” Rasulullah ﷺ bersabda, “Bekerjalah di belakang laut, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengurangi sedikit pun dari amal perbuatanmu,” (Diriwayatkan Al-Bukhari).

Rasulullah juga bersabda, “Demi Dzat yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, tidaklah seorang memiliki unta, atau lembu, atau kambing namun ia tidak mengeluarkan zakatnya, melainkan hewan-hewan tersebut didatangkannya pada hari kiamat dalam keadaan lebih besar dan gemuk, kemudian menginjak-injaknya dengan telapak kakinya, dan menanduknya dengan tanduk-tanduknya. Setiap kali hewan-hewan tersebut telah melewatinya, maka hewan pertama dikembalikan lagi kepadanya hingga ia diadili di antara manusia,” (Diriwayatkan Al-Bukhari).

3. Buah-buahan dan Biji-bijian
Biji-bijian ialah apa saja yang bisa disimpan dan dimakan, misalnya gandum, kacang tanah, padi dan lain sebagainya. Sedang buah-buahan ialah kurma, zaitun dan anggur kering.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian,” (QS. Al-Baqarah: 267).

Baca Juga :   Di depan Presiden Jokowi, Muhammadiyah Sampaikan Berbagai Kritik Tajam soal Kondisi Bangsa

Allah SWT juga berfirman, “Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikelurkan zakatnya),” (QS. Al-An’am: 141).

Rasulullah bersabda, “Tidak ada zakat pada harta di bawah lima uqiyah,” (Diriwayatkan Al-Bukhari).

Rasulullah juga bersabda, “Zakat harta yang diairi dengan hujan, atau mata air, atau pohon kurma yang minum dari akarnya adalah sepersepuluh, dan zakat harta yang diairi dengan unta ialah seperdua puluh,” (Muttafaq alaih).

Sumber: islampos.com

loading…