Salah Baca Amin, Bisa Batalkan Sholat?

Sholat menjadi ibadah inti dalam agama Islam. Sebagaimana ibadah, sholat memiliki syarat dan rukun yang harus terpenuhi.



Ketika berjemaah, imam akan membaca surat Al Fatihah dengan suara yang jelas. Setelah selesai, makmum serentak mengucapkan kata ‘Amin’.

Mengenai kata ‘Amin’ terdapat ketentuan yang perlu diperhatikan. Salah cara membacanya, bisa merusak artinya.

Tetapi, jika kesalahan itu terjadi dalam sholat, apakah bisa membatalkan?

Dikutip dari Konsultasi Syariah, para pakar bahasa menyatakan ada dua cara yang benar dalam membaca ‘Amin’. Pertama, dipanjangkan kata ‘Aa..’ sehingga menjadi ‘Aamiin’ dan kedua, memendekan kata ‘A..’ sehingga dibaca ‘Amin’.

Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan demikian.



” Takmin adalah bentuk masdar dari kata ‘Ammna’ dengan mim di-tasydid, yang artinya membaca amiin. Dan semua riwayat dan para ahli ilmu Alquran menyebutkan bacaannya dengan memanjangkan hamzah atau memendekkan hamzah.”

Demikian pula dengan Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

” Dalam bacaan amiin ada dua cara baca, dipanjangkan dan dipendekkan. Yang dipanjangkan lebih fasih. Dan keduanya huruf mim tidak ditasydid.”

Tiga Cara Baca ‘Amin’ Yang Salah

Mengenai cara baca salah dan berpengaruh dalam sah tidaknya sholat, Abdullah Az Zahim dalam at-Takmin ‘aqibal Fatihah fi Shalah menunjukkan tiga kategori. Ketiganya yaitu salah baca dan membatalkan sholat berdasarkan kesepakatan ulama, salah baca namun ada perbedaan pendapat mengenai batal tidaknya sholat, serta salah baca yang diperselisihkan boleh dan batalnya sholat.

Baca Juga :   Iman Semakin Melemah, Ini Menyebabnya.

Bisa Batalkan Sholat

Pertama, kesalahan bacaan amin yang menyebabkan shalat batal dengan sepakat ulama yaitu:

– Hamzah dipanjangkan, mim ditasydid, dan huruf ‘Ya’ dihilangkan, sehingga menjadi Aaammmin.

– Hamzah dibaca pendek, mim ditasydid, dan huruf ‘Ya’ dihilangkan, sehingga menjadi Ammmin.

– Hamzah dibaca pendek, mim tidak ditasydid, dan huruf ‘Ya’ dihilangkan, sehingga menjadi Amin.

Salah Baca Tapi Tak Bulat Bisa Batalkan Sholat

Kedua, kesalahan amin yang disepakati ulama, namun apakah itu membatalkan ataukah tidak, ada perbedaan diantara para ulama.

– Bunyi bacaan amin ini yaitu dengan memendekkan hamzah, mim di-tasydid, dan ada huruf ‘Ya’ . sehingga dibaca Ammmiiin.

Ulama sepakat lafaz Amin semacam ini dilarang, namun berbeda pendapat apakah membatalkan sholat atau tidak. Mazhab Syafi’i menilai ini tidak membatalkan sholat, sementara mazhab menilai bisa membatalkan sholat.

Diperselisihkan

Ketiga, kesalahan bacaan Aamiin yang diperselisihkan bolehnya dan batalnya shalat

– Hamzah dipanjangkan, mim ditasydid, dan ada huruf ‘Ya’ . sehingga dibaca: Aaammiiiin.

Mazhab Hanafi membolehkan kesalahan semacam ini, sementara jumhur melarangnya. Tetapi, Mazhab Syafi’i menilai amin semacam ini tidak membatalkan sholat sedangkan Hambali dan Maliki menilai bacaan amin ini bisa membatalkan sholat.

– Hamzah dipanjangkan, mim tidak ditasydid, dan huruf ‘Ya’ dibuang, sehingga dibaca Aaamin.

Sebagian ulama Mazhab Hanafi membolehkan amin semacam ini, namun tidak disinggung oleh madzhab yang lain. Dan yang benar, ini dilarang.

Tahan Tertawa dengan Tersenyum Tak Batalkan Sholat?

Dream – Senyum adalah tanda yang terjadi pada manusia setiap kali mengetahui atau mendengar kabar baik. Apalagi jika peristiwa yang dijumpai tergolong lucu.

Baca Juga :   Menolong Sahabat Mengeluarkan Dari Neraka dan Membawanya ke Surga

Kapan saja ada kabar lucu, ujung mulut bisa langsung merekah. Secercah senyum pun terbentuk.

Tidak jarang senyum muncul ketika seseorang sedang sholat. Sebabnya, ada kejadian lucu di dekat orang sholat itu.

Jika tersenyum ketika sedang sholat apakah jadi batal?

Hukum Tersenyum Saat Sholat

Dikutip dari Bincang Syariah, Syeikh Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin menjelaskan sholat memiliki syarat yang apabila dilanggar bisa membatalkannya.

Namun demikian, syarat itu tidak termasuk tersenyum. Sehingga, tersenyum tidak membuat sholat jadi batal.

Berbeda dengan tertawa, apalagi yang terbahak dan mengeluarkan suara. Tertawa bisa membatalkan sholat.

” Termasuk hal yang membatalkan sholat adalah tertawa (yang mengeluarkan suara, seperti tertawa terbahak-bahak). Namun tersenyum bukan termasuk yang membatalkan sholat, karena senyum itu tak mengeluarkan suara dan huruf-huruf.”

Pernah Terjadi Para Rasulullah SAW

Menurut Syeik Abu Bakar Syatha, Rasulullah Muhammad SAW pernah tersenyum ketika sedang sholat. Hal ini tercantum dalam hadis riwayat Daruquthni dari Jabir RA.

” Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah SAW itu pernah sholat Asar kemudian tersenyum. Setelah selesai sholat, kemudian beliau yang tersenyum saat sholat itu ditanyakan kepadanya, ‘Rasul, mengapa engkau tersenyum padahal sedang sholat?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Malaikat Mikail lewat. Di sayapnya terdapat debut, dan ia tertawa padaku, aku pun tersenyum padanya. Ia kembali mencari kaum.”

Sumber: www.dream.co.id