Profil

54-696x465-696x465

Salam…

Kita, ibaratkan huruf hijaiyah yg tidak berharokat sehingga tak bisa dibaca dan tidak diketahui bunyinya. Proses belajar di pondok pesantren merupakan cara menghaarokati diri agar huruf hijaiyah diri ini bisa terbaca, berbunyi, eksis dan tentunya lebih bermanfaat.

Memang setiap alumni pesantren mempunyai skil dan kompetensi serta bahkan nasib yg berbeda-beda, karena harokat untuk bisa membuat huruf hijaiyah berbunyi itu tidaklah tunggal. Bisa jadi dhommah, fathah atau kasroh.

Begitu pulalah kami, merupakan sebagian kecil dari huruf hijaiyah yang pernah berproses mencari harokat hidup di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Madura. Kami berkumpul di dunia nyata setiap malam rabu untuk saling mengingatkan bahwa kami ini dulunya adalah huruf hijaiyah yang tdk berbunyi, kami menjadi apapun saat ini, dengan segala aktivitas mobilitas yg membanggakan, tak lain itu semua adalah harokat-harokat yang dituliskan oleh Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata untuk kita.
Sehingga kita ada yang berbunyi dengan “Ustadz, Guru, Ndosen, Pengusaha, dll.
Sebagai bagian orang yg pernah mencari harokat hidup di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, website ini hanyalah wadah ekspresi di dunia maya bagi kami untuk saling berkumpul, bukan sebagai ganti dari berkumpul di dunia nyata. Berkumpulnya kami dalam dunia nyata dan maya adalah sesuatu yang penting karena hujan itu menyenangkan sebab turunnya rame-rame atau berkumpul, dan seperti halnya nasi yang mengenyangkan sebab disajikan rame-rame juga dan pasti kita bengong kalau hanya satu butir saja disajikan di atas piring. Begitu pun Gigi itu berguna karena rame-rame berbaris rapi, kalau tidak berbaris rapi, pasti ompong namanya kalau cuma ada satu gigi.

Untuk itulah, agar menyenangkan layaknya hujan, mengenyangkan seperti nasi dan berguna ibaratkan gigi, kami berkumpul setiap malam rabu, untuk memastikan bahwa barisan gigi itu sehat wal afiat semua. Berkumpulnya itulah yang kami sepakati untuk kami sebut halaqoh, yg diantara agendanya adalah mengkaji secara mendalam warisan pemikiran ulama klasik yang tertuang dalam Turats, salah satu Turats yang menjadi perangsang dalam berdiskusi dan mengkaji adalah Turats Fathul Qorib. Hampir empat tahun, kami setiap malam rabu berkeliling gantian setiap rumah hingga di bulan April 2016 ini pembahasannya sudah memasuki tema munakahat.

Salam Congkop…