9 Kesalahan Istri Pada Suami

Berbuat kesalahan itu adalah tabiat manusia, namun kita perlu untuk terus memperbaiki kesalahan agar berproses menjadi sosok yang lebih baik.

Sebagai istri, sengaja ataupun tidak, kita sering melakukan kesalahan pada suami. Yang disayangkan, banyak istri yang kemudian mencari pembenaran atas kesalahannya tersebut, sehingga kondisi dalam rumah tangga tidak mengalami perbaikan, dan justru makin terpuruk.

“Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)

Berikut ini 10 kesalahan istri pada suami yang in syaa Allah dapat menjadi bahan koreksi untuk setiap wanita yang berharap menjadi istri shalihah, sebaik-baiknya perhiasan dunia:

1. Tidak Menanyakan Kehalalan Harta Suami
Terkadang, istri tidak mempedulikan dari mana asal harta suaminya. Yang penting dinafkahi!

Padahal kehalalan sumber nafkah suami sangat penting untuk diketahui istri, karena Allah hanya menerima yang baik-baik. Nafkah yang haram, berefek pada makanan haram, dan ujung-ujungnya semua ibadah dan doa kita tidak diterima oleh Allah. Sungguh amat merugi!

Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridlainya- beliau berkata: Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah baik dan tidaklah menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin sebagaimana perintah kepada para Rasul :
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al Mukminun: 51)

Peran istri sangat besar dalam menyemangati suami untuk mencari penghasilan yang halal dan baik.

2. Keluar Rumah Tanpa Izin Suami
Ini juga hal yang saat ini sering dilanggar, yakni keluar rumah tanpa izin suami, malah terkadang dengan sengaja sembunyi-sembunyi, meskipun tidak untuk bermaksiat, tetap saja kita perlu meminta izin suami ketika hendak pergi keluar.

Dari Anas ra, Nabi SAW bersabda : “ Siapa saja istri yang keluar dari rumahnya tanpa ijin suaminya, maka ia berada dalam kemurkaan Allah sampai ia pulang atau merelakannya.“ ( HR. Khatib )

Yang repot adalah ketika memiliki suami yang kurang toleran, yang mengunci istri rapat-rapat di rumah saja, bahkan ada keluarga atau sahabatnya yang sakit pun tetap tidak diperbolehkan keluar rumah. Untuk itu, sebelum nikah… perlu untuk mengetahui karakter calon suami, apakah akan memperbolehkan istri untuk leluasa bekerja/ bepergian, ataukah tidak.

“Ingatlah aku posthukan kepada kamu tentang simpanan seseorang yang patut dipelihara, yaitu isteri yang shalih; yang menyenangkan suami tatkala melihatnya, selalu taat tatkala suami memerintahnya, dan selalu menjaga dirinya dan harta suami tatkala jauh darinya”. Hr. Abu Dawud, Ibn Majah,  dan Abû Ya’la

Ibnu Muflih al hambali berkata:

Diharamkan bagi seorang wanita keluar rumah suaminya tanpa seizinnya, kecuali karena darurat atau kewajiban syari’at”. (Adab Syar’iyyah: 3/375) 

3. Boros Membelanjakan Harta Suami
Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Menghambur-hamburkan uang suami untuk sesuatu yang kurang bermanfaat juga merupakan kesalahan istri yang perlu segera diperbaiki. Akan tetapi suami pun harus paham kebutuhan istri dan keluarga serta berusaha mencukupinya, sehingga istri tidak perlu merasa kesulitan mengatur keuangan.

Dari Wahab diriwayatkan bahwa ia berkata bahwa bekas budak Abdullah bin amru pernah berkata kepada Ibnu Amru: “Pada bulan ini, aku ingin tinggal di sini, “yakni di Baitul Maqdis, Ibnu Umar bertanya: “Apakah engkau meninggalkan bekal yang cukup untuk keluargamu?” Lelaki itu menjawab: “Tidak.”

“Kalau begitu, pulanglah kamu dan persiapkan bekal yang cukup untuk keluargamu, karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Seseorang sudah cukup dianggap berdosa, ketika ia menyia-nyiakan orang yang wajib dia nafkahi.” (HR. Ahmad II : 160 dan abu8 DAwud 1692) Asal hadist  di atas dari Muslim 245, dengan lafazh : “Seseorang sudah cukup dianggap berdosa, ketika ia tidak memberikan nafkah kepada yang berhak menerima darinya.”

Seorang istri bahkan tidak diperkenankan bersedekah menggunakan uang suami tanpa izin terlebih dahulu:

Mengenai seorang istri bersedekah dari harta rumah tangga suaminya, dia mengatakan tidak boleh kecuali dari kelebihan makanan [pokok dan pahala untuk keduanya; tidak halal seorang istri bersedekah dari harta suaminya kecuali atas izinnya. (HR. Abu Dawud)

Lalu bagaimana jika suami pelit dan kikir pada istri dan keluarga?

(Visited 133 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1xbet casino siteleri betpasbahçeşehir escort bahçeşehir escort escort beylikdüzü esenyurt escort büyükçekmece escort toopla.com avcılar escort cossinc deneme bonusu cratosslot vdcasino asyabahis sekabet