Benarkah Bendera Merah Putih Bendera Nabi? Ini Penjelasan Haditsnya

NABI SAW bersabda, “Allah menunjukkan kepadaku dunia timur dan baratnya, dan menganugerahkan kepadaku dua perbendaharaan kepadaku yaitu merah dan putih.” (HR Muslim)
Warna merah juga digunakan oleh para nabi untuk memanggil istrinya.

Nabi Adam memanggil Istrinya Siti Hawa RA yang artinya hautun atau merah.

Nabi Muhammad memanggil Aisyah RA, Humairah yang artinya merah.


Dalam penulisan Al-Quran, huruf Allah dan kata gantinya dituliskan dan dicetak dengan warna merah.

عن البراء بن عازب ض عنه قال :كان رسول الله ص م مربوعا ،لقد رأيته فى حلة حمراء ما رأيت شيئا قط أحسن منه ( متفق عليه )

Busana Rasulullah yang indah juga berwarna merah, disampaikan oleh Al Barra; pada suatu hari Nabi SAW duduk bersila dan aku melihatnya beliau memakai busana rangkap dua yang berwarna merah.

Aku belum pernah melihat pakaain seindah itu (Muttafaq alaih)

Busana putih juga dikenakan oleh Rasulullah.

, عن أبى سمرة ض قال النبى ص : البسو البياض فإنها أطهر وأطيب وكفنوا فيها موتاكم (رواه النسائ والحاكم )

Samurah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kenakan pakaian yang berwarna putih, sebab ia lebih suci dan lebih baik dan kafanilah mayat mayatmu dengannya.” (HR Nasai dan Hakim)

Baca Juga :   Inilah Manusia Paling Sibuk Saat di Akhirat

Sarung pedang Nabi SAW dan Ali RA berwarna merah, dan sarung pedang Khalid berwarna merah putih.


Pengaruh merah putih pun masuk dalam budaya menyambut kelahiran. Selain mereka melaksanakan aqiqah, mereka juga memasak bubur merah putih.

Begitu juga dalam setiap awal pembicaraan atau pengantar di buku, dituliskan istilah sekapur sirih dan seulas pinang. Tidakkah kapur dengan sirih akan melahirkan warna merah, dan apabila buah pinang di iris atau di belah akan terlihat didalamnya berwarna putih.
sumber:islampos.com