5 Jalan Menuju Neraka Ini Sangat Diminati Manusia Jaman Sekarang

Penghuni neraka dan penghuni surga kelak di hari kiamat akan berdialog dengan cukup seru. Kedua golongan tersebut terlibat pembicaraan yang harusnya menjadi perhatian umat manusia terutama kaum muslimin saat ini.

Dalam dialog tersebut mereka yang telah merasakan keridhaan Allah bertanya kepada mereka yang dilanda kesengsaraan, “Amalan apa yang menjadikan sebab bagimu hingga dimasukkan ke dalam neraka?”

Dialog keduanya termuat dalam Al Quran surat Al Mudatstsir ayat 42-47. Terungkap sudah beberapa amalan yang membuat penghuni neraka terjerumus dalam siksaan yang begitu pedih dan menyiksa.

1. Tidak Mendirikan Shalat
Jawaban penghuni neraka atas pertanyaan penghuni surga yang pertama adalah karena tidak mendirikan shalat.

“Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang mendirikan shalat.”(Al Mudatstsir 43)

Dengan shalat, seorang hamba akan memiliki bukti bahwa ia beriman kepada Allah. Shalat pula merupakan amalan pertama yang akan dihisab sebelum amalan lainnya.

Jika shalat itu baik, maka baik pula seluruh amalannya. Namun jika shalat itu buruk, buruk pula amalan lainnya. Dengan kata lain, shalat merupakan pembatas antara keimanan dengan kekafiran.

Sayyid Quthb dalam kitab Fi Zhilal Al Quran menuliskan bahwa, “Shalat merupakan implementasi akidah yang penting dan dijadikan sebagai simbol serta petunjuk keimanan.”

Sehingga konsekuensinya adalah siapa yang berani meninggalkan shalat maka ia dihukumi kufur dan jelas bagi mereka tempat kesudahan yang buruk yakni dalam neraka yang mendidih.

Namun meski ada sebagian dari mereka yang mendirikan shalat, tidak semuanya bisa masuk dalam surgaNya Allah. Ini karena shalat yang mereka dirikan tidaklah berbekas. Dalam pengertian, shalat mereka tidak dibarengi dengan keshalihan secara sosial di dalam sebuah masyarakat.

2. Tidak Memberi Makan Orang yang Miskin
Ayat selanjutnya mengungkapkan sebab mereka menjadi penghuni neraka.

“Dan Kami tidak memberi makan kepada orang miskin.” (QS Al Mudatstsir 44)

Inilah implementasi dari shalat secara sosial. Sesungguhnya orang yang benar shalatnya akan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap masalah sosial.

Mereka akan menjadi yang terdepan dalam melakukan pelayanan umat. Berbeda dengan orang yang shalatnya tidak benar, mereka lebih banyak mementingkan diri sendiri sehari-harinya.

Makna ayat tersebut menunjuk kepada enggan untuk memberi makan orang miskin, meski Allah mengkaruniakan kepadanya harta yang berlimpah. Disebutkan oleh Sayyid Quthb bahwa inilah orang yang dalam hatinya berbenih sombong.

Ia akan merendahkan siapa saja yang berada di bawahnya. Ia pun akan merasa lebih unggul dan lebih beruntung di atas kemuliaan dunia. Padahal secara hakikat, semuanya hanyalah titipan semata.

3. Bicara yang Bathil
Penyebab ketiga yang menjerumuskan mereka adalah “Dan adalah kami membicarakan yang bathil bersama orang-orang yang membicarakannya.” (QS Al Mudatstsir 45)

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1xbet casino siteleri casino siteleri betpasbahçeşehir escort bahçeşehir escort cossinc cratosslot vdcasino asyabahis sekabet ikitelli eskortsi5.org