Heboh, Warga Satu Kampung Adakan Sholat di Area Perkuburan, Penyebabnya Bikin Merinding, Hingga Terdengar Suara Merintih

Sekelompok 200 warga desa di kota Kelantan malaysia telah melakukan sholat di kuburan. Saat diselidiki, penyebabnya pelaksanan sholat tersebut amat mengerikan.




Dikutip dari koran lokal Malaysia, Sinar harian jika penduduk desa Cherang Melintang dan beberapa desa. Melakukan kegiatan sholat di pemakaman Islam mukim jal.

Pelaksanana sholat ini dilakukan untuk meminta restu dan pengampunan tuhan setelah kejadian aneh menimpak penduduk desa sekitar.

Pasca munculya suara aneh yang berasal dari dalam kuburan tersebut. Total ada sekitar 200 warga Kampung Cherang Melintang, Kampung Ana, Kampung Jal Besar.




Kampung Padang Mandol dan Tok Oh menghadiri sholat khusus yang diselenggarakan oleh Guru Pondok Jal Besar. Menurut Ketua Mukjizat Mukim Jal Besar mengatakan bahwa tahlil.

Sholat hajat dan diadakan juga sholat Dhuha sudah lama direncanakan dan bisa diimplementasikan dengan sempurna pagi ini.

“Tentang suara supranatural yang didengar orang, jika benar semua adalah kekuatan dan kebijaksanaan ALLAH S.W.T.

“Itu bisa ditafsirkan sebagai pesan dan pengingat akan hamba Tuhan yang hidup untuk mencari kesenangan.

memperbanyak perbuatan baik dan selalu berdoa untuk pengampunan orang tua dan anggota keluarga yang telah kembali ke kemiskinan,” katanya.

Menurutnya, apa yang terjadi adalah hikmat karena pagi ini banyak anggota keluarga mengunjungi makam tersebut, luar biasa dalam adat istiadatnya.

Baca Juga :   Pembuktian Cinta Sejati Hanya Dengan Menikah, Ini Dalilnya

“Saya juga mengumumkan pemakaman baru, akan bisa menampung lebih banyak mayat dan lebih terorganisir untuk kegiatan pemakaman pemakaman di pemakaman ini,” katanya.

***

Beredar Video yang Merekam Suasana Pemakaman Saat Malam Hari, Tiba-tiba Terdengar Suara Jeritan Ini

Sebuah video yang merekam jeritan suara di perkuburan membuat heboh warganet. Pasalnya, video yang diunggah oleh akun facebook Ustaz Hishamuddin Abdul Aziz.

memperlihatkan suasana yang bikin merinding. Dilansir dari Thereporter, pasca diunggah pukul 2. 36 pagi tadi. video sudah hampir ditonton 2.1 juta orang.

Dengan 49.128 kali dibagikan ke laman media sosial facebook. Di Video tersebut dituliskan kata: “Jangan hiraukan apa yang anda nampak. tapi perhatikan betul-betul apa yang ada dengar. Sila beri pandang terhadap videonya.”

Terlihat dari video yang berdurasi 8 menit 7 detik itu memperlihatkan suasana pemakaman yang diduga berada di negara Malaysia.

Awalnya si perekam video menyorotkan senter ke arah pemakaman tersebut. Selang beberapa menit kemudian, mulai terdengar suara seperti jeritan banyak orang.

Meski terdengar sayup, namun suara tersebut layaknya orang yang meminta tolong. Tak hanya ada satu suara saja ,melainkan semua suara berasal muncul dari makam yang ada.

Baik itu suara perempuan, lelaki dewasa yang semuanya menjerit kesakitan. Saat si perekam coba lebih mendekat ke arah pemakaman suara yang terdengar agak semakin jelas.

Baca Juga :   Kekuatan Sebuah Doa dan Tahajud

Tentunya disinilah momen tersebut membuat merinding orang yang mendengar. Sementara itu, kendati belum bisa dipastikan apakah benar suara tersebut asli atau hanyalah rekayasa.

Namun Video mendapatkan komentar yang beragam dari netizen di Facebook. beberapa netizen mengatakan bahwa mereka mendengar suara jeritan yang diduga seperti suara seseorang yang meminta bantuan. Namun, tidak peduli berapa banyak rasanya bahwa itu hanya seekor ayam gagak.

“Saya mendengar orang-orang di dalam kuburan menangis, yang meminta bantuan kebanyakan menyuarakan suara dalam suara wanita, takut kepada Allah,” kata Siti Aishah Mustapha.

“Saya tidak percaya bahwa suara roh yang disiksa hanyalah manusia dan jin yang tidak dapat didengar,” kata Mohd Aiman.

“Bukan untuk orang-orang dan jin tidak bisa mendengar penyiksaan di dalam kuburan? Hanya Nabi yang bisa mendengarnya,” kata Moyy Eugene.

Penasaran dengan videonya, Tonton Langung dibawah ini.

Sumber: tribunnews.com


Leave a Reply

Your email address will not be published.