40 Kata-kata mutiara Bahasa Jawa singkat, penuh makna

Sebagai negara kepulauan menjadikan Indonesia kaya akan suku, budaya dan juga bahasa. Pulau Jawa sebagai pusat pemerintahan,pendidikan dan juga ekonomi di negara ini menjadikan pulau Jawa terpadat penduduknya.




Banyak suku dan bahasa yang berkumpul di pulau Jawa. Namun, pulau Jawa sendiri didominasi suku Jawa yang sehari-harinya menggunakan Bahasa Jawa.

Orang Jawa memang dikenal dengan sifatnya yang ramah sehingga tak heran kalau banyak orang dari luar Jawa betah tinggal di Jawa. Penggunaan bahasa Jawa pun memiliki tingkatan yang berbeda, tergantung kepada siapa kamu bicara. Misalnya saja bahasa yang digunakan sehari-hari yang tergolong cukup sopan, ada juga bahasa kasar yang bisa digunakan untuk teman sebaya dan juga bahasa Jawa halus untuk orang tua. Bahasa Jawa sendiri mayoritas digunakan penduduk yang mendiami Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.




Bahasa Jawa merupakan bahasa yang juga banyak dituturkan di Indonesia. Karena itu, kata-kata dalam bahasa Jawa mudah dipahami orang-orang yang tidak menguasai bahasa ini, termasuk kata-kata mutiara Bahasa Jawa.

Sehingga hal ini menjadikan kata-kata mutiara Bahasa Jawa singkat kerap di cari orang untuk sekadar mengungkapkan perasaan atau pendapat. Kata-kata mutiara Bahsa Jawa bisa menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan. Apa lagi kata-kata ini berkaitan tentang kehidupan, hubungan dengan Tuhan, akan membuat kamu lebih mensyukuri hidup.

Berikut rangkuman brilio.net dari berbagai sumber, Jumat (11/10) 40 kata-kata mutiara Bahasa Jawa singkat, penuh makna.

Kata-kata mutiara Bahasa Jawa singkat tentang kehidupan, memang penuh makna dan menenagkan pikiran. Saat kamu sedang dirundung berbagai masalah kehidupan, mungkin kata-kata mutiara Bahasa Jawa ini bisa membuka pikiranmu dan memotivasi kamu.

1. “Manungsa mung ngunduh wohing pakarti.”

(Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)

2. “Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan.”

(Sebaik-baiknya orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi)

3. “Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu.”

(Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)

4. “Sabar iku ingaran mustikaning laku.”

(Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibaratkan sebuah hal yang sangat indah dalam sebuah kehidupan)

5. “Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa.”

(Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)

6. “Yen urip mung isine isih nuruti nepsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu.”

(Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, yang namanya kemulyaan hidup akan semakin sulit ditemukan)

7. “Aja mbedakake marang sak sapadha-pada.”

(Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)

8. “Ngapusi kui hakmu. Kewajibanku mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi.”

(Berbohong itu hakmu. Kewajibanku hanya pura-pura tidak tahu kalau kamu berbohong)

9. “Ambeg utomo, andhap asor.”

(Selalu menjadi yang utama tapi selalu rendah hati)

Baca Juga :   Benarkah Ada Pacaran Islami? Ini 4 Konsekwensi Logis Orang Pacaran

10. “Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso.”

(Bahwa cinta itu tumbuh lantaran ada kebiasaan, kemakmuran itu timbul karena berani bersusah dahulu)

Kata-kata mutiara Bahasa Jawa lucu bijak

 

Banyak penuturan Bahasa Jawa, membuat Bahasa Jawa semakin berkembang. begitu juga banyak kalimat dari kata-kata Bahasa jawa yang mengandung arti yang luas dalam kehidupan. Bahasa Jawa yang digunakan untuk berinteraksi sehari-hari juga menghasilkan kata-kata mutiara bahasa jawa lucu bijak.

11. “Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit.”

(Dosa yang paling menyedihkan adalah pada sambat tidak punya duit)

12. “Uripmu koyo wit gedhang duwe jantung tapi ora duwe ati.”

(Hidupmu seperti pohon pisang, punya jantung tapi tak punya hati)

13. “Nek dipikir suwi suwi iku loro, nek dirsake yo tambah loro, loro tambah loro, papat.”

(Kalau dipikir lama-lama sakit, kalau dirasakan tambah sakit, dua tambah dua, empat)

14. “Nek ngomong ojo manis-manis, mundak cangkeme dirubung semut.”

(Kalau bicara jangan manis-manis, nanti mulutnya diserbu semut)

15. “Kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, tapi ati ora bakal iso diapusi.”

(Terkadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah mengucap, tapi hati tak bisa dibohongi dan membohongi)

16. “Sing wis lunga lalekno, sing durung teko entenono, sing wis ono syukurono.”

(Yang sudah pergi lupakanlah, yang belum datang tunggulah dan yang sudah ada syukurilah)

18. “Waktu adalah uang. Yen kancamu mbok jak dolan raono wektu, brarti wonge lagi ra duwe duit.”




(Waktu adalah uang. Kalau temanmu tidak ada waktu untuk diajak jalan, artinya ia sedang tidak punya uang)

19. “Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan.”

(Niat bekerja, bukan cari perkara. Niat mencari rejeki, bukan cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)

20. “Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih.”

(Kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih)

Kata-kata mutiara Bahasa Jawa tentang cinta

 

Kata-kata mutiara Bahasa Jawa tentang cinta menarik untuk mengungkapan perasaaan kamu pada pasangan. Baik dalam bentuk kata-kata ungkapan rasa sayang, sedih, kecewa maupun memberikan kekuatan akan cinta.

21. “Gusti yen arek iku jodohku tulung cedakaken, yen mboten jodohku tulung jodohaken.”

(Tuhan jika orang itu adalah jodohku tolong dekatkanlah, dan jika bukan tolong jodohkanlah)

22. “Akeh manungsa ngrasakaken tresna, tapi lalai lan ora kenal opo kui hakekate atresna.”

(Banyak manusia merasakan cinta, namun mereka lupa tidak mengenal hakikat cinta sebenarnya)

23. “Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo meneh sing gak duwe.”

(Orang yang punya pacar itu haruslah bersabar dengan pasangan yang dimilikinya. Apalagi yang gak punya)

24. “Iso nembang gak iso nyuling, iso nyawang gak iso nyanding.”

(Bisa nyanyi tidak bisa bermain seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi)

25. “Arek lanang iku kuoso milih, arek wadon kuoso nolak.”

Baca Juga :   Ketika Matahari Di Tangan Kanan dan Rembulan Di Tangan Kiri.

(Anak laki-laku bebas memilih, anak perempuan bebas menolak)

26. “Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg.”

(Agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti)

27. “Move on kuwi dudu berusaha nglalekke ya, tapi ngikhlaske lan berusaha ngentukke sing luwih apik luwih seko sing mbiyen-mbiyen.”

(Move on itu bukan berusaha melupakan ya, tapi mengikhlaskan dan berusaha mendapatkan yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya)

28. “Jarene wes ikhlas de’e karo sing liyo, kok iseh ngomong ‘Nek Tuhan ra bakal mbales, karma sing mbales.’ Mbok wes meneng wae luwih apik.”

(Katanya sudah ikhlas dia dengan yang lain, kok masih bilang ‘Kalau Tuhan nggak akan membalas, karma yang balas.’ Udah diam aja lebih baik)

29. “Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui.”

(Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama)

30. “Nek jenenge sayang kuwi kudune ra nuntut pasangane dinggo ‘dadi wong liyo’ mung mergo kekurangane.”

(Kalau namanya sayang itu harusnya nggak menuntut pasangannya dipakai ‘milik orang lain’ hanya karena kekuranngannya)

Kata-kata mutiara Bahasa Jawa tentang hubungan dengan Tuhan

 

Dengan membaca dan memahami kata-kata mutiara Bahasa Jawa, tentang hubungan dengan Tuhan, akan membuat kamu berkembang dan tumbuh menjadi lebih baik. Mendekatkan diri dengan Tuhan adalah poin penting kata-kata mutiara bahasa Jawa.

31. “Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan.”

(Tuhan itu dekat meski tubuh kita tidak dapat menyentuhnya, jauh tiada batasan)

32. “Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukmo.”

(Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan)

33. “Mohon, mangesthi, mangastuti, marem.”

(Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama)

34. “Natas, nitis, netes.”

(Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali)

35. “Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran.”

(Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan)

36. “Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan.”

(Tuhan memberi jalan untuk manusia yang mau mengikuti jalan kebenaran)

37. “Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati.”

(Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat)

38. “Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah.”

(Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita)

39. “Urip kang utama, mateni kang sempurna.”

(Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya)

40. “Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyipta’aken manungsa!”

(Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Allah Tuhan Semesta Alam yang ttelah menciptakan manusia)

Sumber : brilio.net