Polisi Bilang Wamena Aman, Tukang asal Toraja Ditikam Usai Kerjakan Toilet Gereja Katolik

Pemerintah mengajak para pengungsi agar kembali ke Wamena. Sementara korban masih berjatuhan.

Terbaru, pekerja bangunan asal Toraja, Sulawesi Selatan, Deri Datu Padang (30) tewas ditusuk pada Sabtu (12/10/2019). Peristiwa itu terjadi di Jembatan Wouma.



Pada bagian lain, polisi menganggap situasi masih kondusif. Wakapolres Jayawijaya, AKP Leonard Yoga mengatakan, polisi terus meningkatkan patroli keamanan ke sejumlah titik yang dinilai rawan tindak kriminal.

“Patroli juga ditingkatkan agar tidak kecolongan,” katanya seperti dikutip dari Detikcom.

Mengenai masalah itu, ia mengimbau warga agar tetap tenang dan menyerahkan persoalan itu kepada pemerintah ataupun aparatur keamanan.




“Kami bekerja keras, mohon bantuan masyarakat untuk tidak terpengaruh isu-isu menyesatkan,” katanya.

Sementara, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau menduga pelaku adalah anak-anak muda yang tidak punya pekerjaan jelas.

“Itu anak-anak yang free man yang hidupnya mau enak saja, tidak mau bekerja, hanya mau mengganggu yang lain. Mau dapat hasil yang banyak dengan cara-cara yang tidak benar,” kata Irjen Paulus di Timika, Papua.

Sebelumnya, Deri Datu Padang ditusuk saat baru saja mengerjakan kamar mandi Gereja Katolik di Woma.

Kampung Woma itu terletak di seberang jembatan yang menjadi lokasi utama kerusuhan pada 23 September 2019.

Baca Juga :   Inilah Nenek Penjaga Wahyu Allah

Irjen Paulus mengatakan wilayah Woma dan sekitarnya memang cukup rawan. Lokasi itu sebelumnya padat dengan ruko-ruko dan pusat usaha ekonomi lainnya. Namun kini tinggal menyisakan puing lantaran dibakar habis oleh massa saat kerusuhan melanda Wamena, Senin (23/9/2019).

Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih akan berada di Papua untuk mengkonsolidasi semua kekuatan yang ada di Wamena, baik personel Polri maupun TNI, agar melakukan patroli, razia senjata tajam, ataupun senjata api serta menempatkan anggota pada pos-pos yang akan dibuka di sekitar Wamena.

Peristiwa penikaman itu terjadi pada Sabtu sore (12/10/2019) sekitar pukul 15.20 WIT di Jembatan Wouma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Ketika itu, enam tukang menggunakan empat unit kendaraan bermotor yang saling berboncengan pulang dari kerja di bangunan Depan Paroki Wouma menuju Kota wamena.

Tiba-tiba di depan Jembatan Wouma, pengendara motor yang di depan yang dikendarai oleh Deri Datu Padang (30) ditikam oleh orang tak dikenal (OTK) berjumlah dua orang dengan ciri-ciri satu anak dewasa pakai baju merah dan satu anak remaja.

Setelah ditikam, pengendara motor yang paling depan, yakni Deri Datu Padang yang membonceng Bunga Simon, terjatuh, kemudian bangun kembali mengendarai motornya.

Baca Juga :   Terapkan 2 Syarat Pokok Ini Agar Amal Ibadah Diterima Allah SWT

Korban lantas melapor ke Pos Brimob, dekat Pasar Wouma, kemudian yang bersangkutan dibawa ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, informasi terakhir menyebutkan korban luka tikam meninggal dunia karena luka yang serius di bagian perut.

Sumber : eramuslim.com