Buru-buru Antar Makanan untuk Anak, Ustaz di Jember Ini Tewas Ditabrak KA

Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Dusun Krajan, Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi lokasi kecelakaan yang dialami Ali Hasan (51) warga Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji.




Pria yang juga dikenal sebagai bindere (ustaz, red) ini, tewas setelah motor Yamaha Mio nopol P 3563 KB yang dikendarainya tertabrak KA Wijaya Kusuma jurusan Surabaya, Kamis (24/10/2019).

“Dia terlihat buru-buru waktu melewati rel. Dia tidak melihat kereta. Langsung tertabrak dan terlempar tinggi sekali kira-kira satu meteran. Kereta melaju dari timur ke barat, dan korban dari utara ke selatan,” kata Gufron, warga di lokasi kejadian.




Gufron yang saat itu sedang memotong rumput, melihat korban terpental setelah ditabrak kereta.

“Kira-kira jauhnya 10 meteran terpental, tinggi terlemparnya. Setelah itu kepalanya membentur tumpukan rel di pinggir jalan, sampai helmnya pecah dan korban meninggal di lokasi,” terangnya.

Diperoleh informasi, korban terburu-buru karena hendak mengantar makanan untuk putrinya di pondok pesantren, tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Korban itu bindere (ustaz, red) di desanya, katanya sih mau antar makanan untuk putrinya yang mondok di Ponpes Al Marhamah tidak jauh dari lokasi kecelakaan,” tandasnya.

Jenazah korban lantas dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Petung, Desa/kecamatan Bangsalsari, Jember.

Sumber : faktualnews.co