Bunuh Selingkuhan Istri, Pelaku Bilang ‘Saya Akhirnya Merasa Puas’

Kasus pembunuhan di Bangkalan, Madura yang mengakibatkan satu nyawa melayang nampaknya membuat pelaku puas.

Hal itu disampaikan pelaku pada saat pers rilis di Mapolres Bangkalan, pada Jum’at (25/10/2019).




“Saat membunuh saya puas, namun setelah membunuh saya menyesal,” ungkap pelaku Sahri (35).

Ia mengaku puas membunuh korban karena dirinya sakit ketika mendengar istrinya berselingkuh dengan korban Rahmat (30) yang tak lain masih tetangganya di Desa/Kecamatan Kokop, Bangkalan, Madura.

“Saya tidak melihat karena saya di Malaysia, tapi sepupu istri saya yang melihat didalam kamar,” katanya.




Sekedar diketahui, Sahri merupakan pelaku yang membunuh Rahmat (30) menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, motif pembunuhan ini dilatarbelakangi dengan sakit hati dengan korban yang berselingkuh dengan istrinya.

“Motif tersangka melakukan pembunuhan ini adalah lantaran sakit hati. Karena korban berselingkuh dengan istrinya,” terang Kapolres Bangkalan.

Rama menjelaskan, perselingkuhan korban dengan istri tersangka terjadi pada 2 tahun lalu. Melalui mediasi tokoh desa berhasil meredam niat tersangka untuk membunuh.

“Dan korban saat itu langsung pergi ke luar kota,” jelasnya.

Namun, beberapa hari terakhir korban diketahui pulang ke kampung halamannya di Dusun Dumargeh, Desa Kokop, Bangkalan.

Baca Juga :   Sering Marah? Coba Lakukan 3 Hal Ini Sederhana Agar Emosi Kamu Reda

“Kemudian tersangka mencari korban, dan ketemu lah di TKP kemudian dilakukan pembunuhan,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, lanjut Kapolres, tersangka dikenakan pasal 340 sub 338 KUHP dengan pembunuhan berencana.

Karena kata Rama, tersangka telah menyiapkan sajam dan meminta izin ke orang tuanya untuk membunuh korban.

“Ancaman hukumannya seumur hidup atau 20 tahun penjara,” tandasnya.

Sumber: kabarjawatimur.com