Dipenjara, Suami di Denpasar Curi Puluhan Celana Dalam Istri Sendiri Ada Apakah Gerangan?

Entah apa yang merasuki pikiran Nyoman Suka Adnyana. Terdakwa membawa seluruh celana dalam (CD) milik Ida Ayu KW yang dinikahinya secara siri.




Akibatnya, pria transmigran Lampung asal Bali ini pun duduk di kursi pesakitan PN Denpasar.

“Sertifikat tanah milik orangtua terdakwa ada pada saksi korban. Jadi motif terdakwa curi pakaian dalam milik saksi korban supaya dapat sertifikat tanah milik orangtuanya yang dibawa,” ungkap Gusti Ayu Rai Artini selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU).




Dalam dakwaan disebutkan JPU di hadapan Ketua Majelis Hakim IGN Putra Atmaja, bahwa selama ini, pria kelahiran Way Jepara, Lampung Timur, 1 April 1984 itu, telah mengambil barang-barang yang dikenakan oleh korban baik untuk keseharian maupun untuk kerja malam.

Adapun yang diambil tiga pasang sepatu, empat pasang sandal, speaker aktif, dua buah bad cover, empat buah tas wanita, dan satu buah tas berisi alat kometik serta satu buah alat catok rambut dan satu buah hair dryer, serta sejumlah pakaian kerja termasuk juga celana dalam.

“Ada 45 celana dalam wanita berbagai corak, 5 buah BH, satu buah bikini warna putih motif kembang, dan lima buah ikat pinggang. Selain itu, 32 potong celana pendek dan panjang, 62 potong pakaian wanita, dua buah handuk, 18 sarung bantal, dua buah sprei, dua buah koper, dan satu buah longtorso warna hijau,” beber JPU.

Baca Juga :   Tahlilan 7 Hari Sejak Dulu Sudah Populer di Makkah dan Madinah

Diuraikan Jaksa Rai, bahwa Nyoman dan Wulandari tinggal bersama di sebuah kos di Jalan Tukad Badung XXVII No.1, Renon Denpasar Selatan.

Lalu, Nyoman melakukan aksinya pada saat Wulandari pulang kampung bersama keluarganya ke Jembrana, pada 22 Juli 2019 sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat pergi, Wulandari meninggalkan satu buah motor Beat warna putih DK 6890 AAK miliknya dan kamar kos dalam keadaan terkunci.

Berselang beberapa waktu kemudian, timbullah niat terdakwa untuk mengambil barang-barang milik Wulandari.

Tebar Ancaman Melalui SMS
Barang-barang tersebut diangkut oleh terdakwa ke rumah kakaknya di Jalan Tukad Citarum, Renon, menggunakan sepeda motor yang ditinggalkan Wulandari.

“Bahwa tujuan terdakwa mengambil barang-barang tersebut dengan tujuan akan ditukarkan dengan sertifikat tanah milik orangtua terdakwa di Lampung, yang selama ini dipegang oleh Ida Ayu Kadek Wulandari. Atas perbuatannya, Nyoman dijerat dengan Pasal 362 KUHP, 367 KUHP, dan 372 KUHP,” beber Jaksa Rai.

Dalam kesaksiannya, Wulandari mengaku mengalami kerugian mencapai Rp20 juta rupiah. Nyoman tidak hanya mengambil barang-barang tapi juga menggadaikan sepeda motor milik Wulandari.

Selain itu, Wulandari juga mengaku jika hubungan dengan terdakwa hanya pacaran bukan suami istri, meski sudah dinikahi siri tahun 2014 di Lampung.

Baca Juga :   Siapakah Ulama Yang Rela Merawat Anjing Yang Sakit Ini?

Dia mengetahui barang-barangnya raib diambil terdakwa pada saat dirinya pulang dari Jembrana.

Lalu, kejadian itu kemudian dilaporkan kepada polisi dan pada 1 Agustus 2019, terdakwa pun ditangkap.

Sebelum mencuri, kata Wulandari, dia mendapat pesan ancaman via SMS dari terdakwa yang berisi jika tidak menyerahkan sertifikat tanah (milik orangtua terdakwa) maka terdakwa akan mengambil semua barang-barang milik saksi.

Sumber: liputan6.com